Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Provokasi Politik Orang-orang PKI Jelang Peristiwa 30 September 1965

Solichan Arif , Jurnalis-Minggu, 24 September 2023 |14:15 WIB
Provokasi Politik Orang-orang PKI Jelang Peristiwa 30 September 1965
Illustrasi (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA - Jelang peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S PKI, eskalasi politik di Indonesia semakin memanas.

Naiknya suhu politik di tanah air, khususnya di Jakarta tidak lepas dari provokasi yang dilakukan orang-orang Partai Komunis Indonesia (PKI).

PKI bersama organ sayapnya, yakni Pemuda Rakyat, BTI, Lekra, Gerwani tidak berhenti melakukan manuver politik. Semua yang dianggap sebagai lawan diserangnya. Kegaduhan terjadi di mana-mana.

Bukan hanya melakukan aksi sepihak, yakni merebut tanah dengan dalih menjalankan program landreform atau Undang-undang reforma agraria, mereka juga menggelar aksi massa.

Dilansir dari buku Jenderal Yoga Loyalis di Balik Layar (2018), berikut provokasi politik yang dilakukan orang-orang PKI jelang peristiwa Gerakan 30 September 1965.

1.Serbu Kediaman Dubes AS

 

Sejumlah orang-orang PKI yang menggelar aksi unjuk rasa tiba-tiba menyerbu kediaman Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat Howard Jones di Jakarta. Amerika Serikat dan sekutunya dianggap sebagai kekuatan nekolim (neokolonialisme imperialisme).

Aksi penyerbuan orang-orang PKI berlangsung pada 28 Februari 1965 atau 7 bulan sebelum peristiwa G30S PKI meletus.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement