Menanggapi pertanyaan tersebut, Soeharto menjawab dengan candaan bahwa seorang bapak yang di rumah pun hanya terdapat satu, bukan dua atau tiga, begitupun dengan bapak dari Hamli. Jawaban itu pun mengundang gelak tawa dari para hadirin di Istana Negara.
Julukan yang ia dapat ini menjadi pengungkap bagi sisi manusiawi seorang Jenderal Soeharto, pemimpin besar dengan citra yang keras dan tegas. Meskipun dikenal sebagai pemimpin yang jarang mengeluarkan emosi secara terbuka, senyumannya cukup menjadi karakteristik mencolok dalam kepemimpinannya.
Julukan ini mungkin saja masih relevan untuk memahami gaya kepemimpinan Soeharto, terutama dalam menyorot kepribadian yang raman dan mudah didekati, sehingga membuatnya populer di kalangan masyarakat.
The Smiling General menjadi pengingat bahwa seorang pemimpin pun dapat memiliki senyuman, terlepas dari bagaimana gaya kepemimpinan dan kepribadian yang dimilikinya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.