MUAROJAMBI - Dampak kemarau dan cuaca ekstrim saat ini, berdampak kepada hewan ternak.
Seperti yang dialami peternak telur burung puyuh di Desa Pematang Jering, Jambi Luar Kota (Jaluko) Kabupaten Muarojambi, Jambi, banyak burung puyuh yang dipeliharanya mati mendadak setiap harinya.
BACA JUGA:
Betapa tidak, suhu udara yang begitu panas akibat kemarau panjang yang belum berakhir hingga mencapai 35 derajat celcius.
Akibat cuaca ekstrim yang tidak menentu tersebut, tidak kurang dari lima ekor burung puyuh mati setiap harinya.
BACA JUGA:
"Sejak musim kemarau, banyak burung puyuh yang mati karena cuaca panas, dan sakit," ujar Adi, peternak burung puyuh, Senin (25/9/2023).
Menurutnya, dalam sehari sekitar 5 ekor burung puyuh di kandangnya mengalami kematian tidak menentu.