Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peristiwa 28 September : Gempa dan Tsunami Palu

Awaludin , Jurnalis-Kamis, 28 September 2023 |04:09 WIB
 Peristiwa 28 September : Gempa dan Tsunami Palu
Petugas evakuasi korban gempa dan tsunami Palu (foto: dok BNPB)
A
A
A

5. Tragedi Lampung

 

Tragedi Lampung 28 September 1999 merupakan tragedi berdarah yang menewaskan dua mahasiswa di Lampung. Dua mahasiwa tersebut meninggal saat melakukan aksi unjuk rasa menolak RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) serta unjuk rasa solidaritas bagi rekan mereka yang meninggal di Semanggi Jakarta empat hari sebelumnya.

Peristiwa berawal ketika mahasiswa dari Universitas Lampung berjalan menuju Universitas Bandar Lampung untuk bergabung dengan rekan-rekan mereka. Setelah bergabung, mereka melakukan unjuk rasa dan berjalan menuju Makorem 043/Garuda Hitam.

Akan tetapi, ketika melewati markas Koramil Kedaton dekat Universitas Bandar Lampung, mahasiswa dengan segera demi menurunkan bendera menjadi setengah tiang demi penghormatan bagi mahasiswa yang beberapa hari lalu telah tewas tertembak.

Keadaan tak terkendali. Aksi lempar batu dan suara tembakan terdengar. Salah satu mahasiswa jurusan FISIP Universitas Lampung, Muhammad Yusuf Rizal tewas setelah peluru panas menembus dada dan lehernya. Beberapa hari kemudian, mahasiswa Lampung lainnya yakni, Saidatul Fitriah meninggal karena luka akibat kekerasan aparat.

 

6. Gempa M7,4 Disusul Tsunami Porak-Porandakan Palu dan Donggala

 

 

Pada 28 September 2018, pukul 18.02 WITA, gempa bermagnitudo 7,4 yang kemudian disusul dengan gelombang tsunami 5 meter menerjang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Pusat gempa dilaporkan berada 26 km utara Donggala dan 80 km barat laut Kota Palu.

Berdasarkan data BNPB bahwa korban meninggal mencapai 2.045 orang, didapati paling banyak ada di Palu sebesar 1.636 orang dan disusul Sigi kemudian Parigi. Sementara itu, korban yang mengungsi sebanyak 82.775 orang, dan 8.731 orang pengungsi berada di luar Sulawesi.

Tercatat, ada 66.390 rumah rusak. Bencana alam ini merupakan salah satu yang terparah. Sebab, gempa bumi tersebut menyebabkan tsunami lima meter dan likuefaksi (pencairan tanah) yang membuat tanah berjalan menghancurkan rumah serta menelan ribuan korban.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement