JAKARTA - Ternyata ini sosok guru spiritual Patih Gajah Mada yang belum banyak diketahui orang. Pasalnya, kesaktian disebut sebagai rahasia nama besar kerajaan.
Beberapa nama pun tersebar sebagai guru yang mengajarkan Mahapatih Majapahit ini. Mulai dari Mpu Supo, Ki Ageng Jabung hingga para bramana di Gunung Pawitra.
Lantas, manakah yang asli? Mengutip berbagai sumber, Jumat (29/30/2023), berikut sosoknya.
1. Mpu Supo
Masyarakat banyak yang menyakini bahwa Patih Gajah Mada pernah berguru dengan Mpu Supo.
Nama ini dalam Trowoulan merujuk pada salah satu ahli keris di zaman Majapahit.
Sosok ini diyakini merupakan pembuat keris sakti yang digunakan para raja Majapahit.
Mpu Supo juga diyakini sebagai guru para mpu pembuat keris di Majapahit.
2. Para Brahman
Gajah Mada muda dititipkan oleh ayahnya Gajah Pagon ke Karsyan di Gunung Pawitra, di mana diidentikan dengan Gunung Penanggungan, yaitu tempat bermukim kaum brahmana dan para Rsi di mandala - mandala dan karsyan.
Tempat ini pula menjadi tujuan bagi para pencari ilmu agama. Hal ini yang dikisahkan pada buku "Gajah Mada Sistem Politik dan Kepemimpinan" karya Enung Nurhayati.
Pada tradisi Hinduisme, tahapan seseorang belajar dan mengkaji ilmu dengan cara tinggal bersama para brahmana dinamakan Brahmacarin. Pada tradisi Hindu - India, seseorang anak yang berusia 10 - 12 tahun dititipkan ibu bapaknya kepada kaum brahmana untuk berguru selama kurang lebih 12 tahun lamanya.
Di karysan Pawitra itulah, Gajah Mada diperkirakan memperoleh pendidikan ilmu ajaran agama, yoga, mitologi dewa - dewa, juga ilmu duniawi, seperti ilmu pemerintahan, hukum, politik kerajaan, strategi perang dan mungkin juga dasarnya geografi nusantara. Gajah Mada memperoleh bimbingan mental dan jiwa yang cukup memadai di karysan Pawitra.
Gajah Mada kecil hidup di tengah kaum resi dan para pertapa yang hidup sederhana dan senantiasa mendekatkan diri kepada Dewata Agung. Gajah Mada diperkirakan memperoleh pendalaman maknanya semasa ia tinggal di Pawitra.
3. Ki Ageng Jabung
Petilasan Jabung di Mojokerto juga diyakini sebagai tempat Gajah Mada bertapa dan belajar ilmu kesaktian. Kata 'Jabung' dikenal sebagai 'kedung' atau dalam bahasa Indonesia berarti cekungan sungai yang berisi air.
Di tempat ini beredar kisah Gajah Mada diasuh oleh seorang wanita bernama Rondo Wara Wuri. Wilayah yang dulunya masih berupa hutan ini menjadi tempat Gajah Mada belajar.
Di hutan Jabung, Gajah Mada berguru kepada seorang ahli spiritual bernama Ki Ageng Jabung hingga menginjak usia 30-an.
Setelah kesaktiannya mumpuni, Gajah Mada diyakini masih terus mencari lokasi untuk bertapa. Salah satunya adalah padepokan Pendeta Badak Pasir Putih. Tempat tersebut diduga berada di Situbondo atau Probolinggo.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.