JAKARTA - El Nino merupakan fenomena iklim yang dapat memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah yang menyebabkan kemarau panjang dan cuaca ekstrem. Bahkan, El Nino berdampak pada masalah kekeringan, ketersediaan air bersih, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Mengatasi dampak El Nino, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama sejumlah pihak dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), juga TNI AU melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, hingga 3 Oktober 2023, telah dilaksanakan sebanyak 244 kali operasi TMC dengan menebarkan lebih 341 Ribu kilogram (kg) garam.
“Teknologi modifikasi cuaca, per hari ini BNPB sudah melaksanakan 244 kali dengan jumlah garam yang sudah disebar adalah 341.580 kg,” ungkap Suharyanto dalam keterangannya di Komplek Istana Merdeka, dikutip Rabu (4/10/2023).
Lebih lanjut, Suharyanto mengatakan hampir dua bulan terakhir terus dilaksanakan operasi TMC di Riau, Kalimantan Barat (Kalbar), Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Barat, Jambi, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Sumatera Selatan (Sumsel).
“Sudah hampir 2 bulan terakhir TMC dilaksanakan terus menerus di Riau, Kalbar, NTT, Jawa Barat, Jambi, DKI Jakarta, Kalsel, dan Sumsel, artinya di 6 provinsi prioritas karhutla semuanya dilaksanakan TMC,” paparnya.
Suharyanto pun mengatakan dalam pelaksanaan TMC dilakukan dengan arahan BMKG berdasarkan pertumbuhan awan-awan hujan. Pasalnya, jika awan-awan hujan tidak memadai untuk dilakukan penyemaian maka operasi TMC tidak bisa dilaksanakan.
“Tentu saja dalam pelaksanaan TMC kita selalu mendapat arahan dari kepala BMKG, berdasarkan pertumbuhan awan, tadi ibu KLHK sudah mengatakan yang agak berat adalah Kalteng, dengan Kalsel, maka di hari-hari ke depan ini akan kita laksanakan bekerja sama dengan BRIN, yaitu Jambi, Kalteng, Sumsel, Kalsel dan Riau,” pungkasnya.
(Awaludin)