Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Anak Jenderal Ahmad Yani: Film Pengkhianatan G30S PKI 99 Persen Benar Adanya!

Putri Amanda , Jurnalis-Rabu, 04 Oktober 2023 |14:27 WIB
Anak Jenderal Ahmad Yani: Film Pengkhianatan G30S PKI 99 Persen Benar Adanya!
Anak Jenderal Ahmad Yani Sebut Film Pengkhianatan G30S PKI Benar/Tangkapan layar media sosial
A
A
A

JAKARTA- Peristiwa G30S PKI masih membekas di benak para keluarga korban. Pasalnya, mereka trauma dengan aksi brutal pasukan Cakrabirawa menjemput para jenderal dan menembakinya.

Diantaranya adalah, Untung Murfeni dan Ruli Yani yang merupakan anak dari pahlawan revolusi Jenderal Ahmad Yani. Mereka menceritakan kesaksiannya saat menyaksikan ayahnya dibunuh dalam peristiwa G30S PKI pada tanggal 1 Oktober 1965.

Saat itu, Untung menyaksikan ayahnya diperlakukan secara brutal oleh pasukan Cakrabirawa di kediaman pribadinya.

"Marah Pak Yani itu. Ia tutup pintu, pintu kaca. Langsung salah satu dari mereka bilang sama namanya Giadi “Giadi Tembak” Tembak bener.”, ungkap Untung yang dikutip Okezone dari Podcast Deddy Corbuzier, Rabu (4/10/2023)

Untung Mufreni mengatakan pada saat kejadian keji yang menimpa ayahnya tersebut, ia masih kecil dan hanya bisa melihat hingga tak berkutik.

“Diseret seperti binatang, gimana sih. Nih kalau di film ini yang ga bener, ditarik kakinya diangkat tangannya. Sebenarnya dia pegang kakinya dan langsung dibawa keluar kok,” ujar Untung

Kala itu, Untung dan saudara-saudaranya masih kecil. Dia mengaku diancam akan ditembak pasukan Cakrabirawa.

"Kami mengikuti ayah saya ke pintu belakang dan salah satu anggota Cakrabirawa sudah siap di depan kami. Kami membuka pintu dan berkata, "Kami akan menembak siapa pun yang keluar," jelas Untung.

“Ini menurut pak Kitman (Sukitman) loh, karena pak Kitman ada disitu. Ga diapa-apain dia situ, cuma duduk aja dia di bawah,”tuturnya.

Sukitman dan rekan-rekannya diminta untuk tanda tangan sebuah surat, namun, tidak ada satu pun dari mereka yang menanda tangani surat tersebut.

Sukitman sendiri merupakan anggota polisi yang jadi saksi penting saat Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI) terjadi. Sukitman sempat diculik dan disiksa oleh pemberontak. Kesaksiannya jugalah yang memberi petunjuk soal lokasi jasad 7 perwira TNI AD di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement