Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

India Berpacu dengan Waktu untuk Selamatkan 102 Orang yang Hilang Akibat Banjir Bandang

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 06 Oktober 2023 |08:35 WIB
India Berpacu dengan Waktu untuk Selamatkan 102 Orang yang Hilang Akibat Banjir Bandang
India berpacu dengan waktu untuk selamatkan 102 orang yang hilang akibat banjir bandang (Foto: Kementerian Pertahanan India)
A
A
A

INDIA – Pihak berwenang India berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan orang-orang setelah banjir bandang di negara bagian Sikkim di timur laut menyebabkan 102 orang hilang, termasuk 22 personel militer.

Empat belas orang diketahui tewas setelah danau glasial Himalaya meluap, memicu banjir besar.

Para pejabat mengatakan lebih dari 3.000 wisatawan terdampar di berbagai wilayah di negara bagian tersebut.

Ratusan personel pencarian dan penyelamatan telah dikerahkan di seluruh negara bagian.

Perdana Menteri (PM) Narendra Modi mengatakan dia berbicara dengan Ketua Menteri Prem Singh Tamang pada Rabu (4/10/2023) dan meyakinkannya tentang semua kemungkinan dukungan.

Danau Lhonak di negara bagian itu jebol tanggulnya pada Selasa (3/10/2023) malam setelah hujan lebat. Hal ini menyebabkan peningkatan air yang mengkhawatirkan di sungai Teesta di Lembah Lachen.

Banjir bertambah parah setelah air dilepaskan dari bendungan terdekat ke sungai. Seorang juru bicara pertahanan mengatakan terjadi peningkatan permukaan air secara tiba-tiba hingga setinggi 15-20 kaki di hilir.

Seorang pejabat negara mengatakan hampir 14 orang terjebak di terowongan bendungan.

Gambar satelit yang dibagikan oleh Isro, badan antariksa India, menunjukkan perubahan dramatis pada volume danau. Pada 28 September, luas danau terlihat 167,4 hektar dan berkurang menjadi 60,3 hektar pada 4 Oktober.

Tentara India telah melancarkan operasi pencarian besar-besaran untuk menemukan dan menyelamatkan mereka yang hilang. Para pejabat mengatakan seorang tentara telah diselamatkan pada Rabu (4/10/2023) malam dan berada dalam kondisi stabil.

Para pejabat mengatakan kepada kantor berita PTI, petugas penyelamat juga mengambil jenazah, termasuk seorang anak, dari dataran banjir sungai Teesta di Singtam.

“Operasi pencarian dilakukan dalam kondisi hujan yang terus-menerus, air yang mengalir deras di Sungai Teesta, serta jalan dan jembatan yang tersapu di banyak tempat,” kata militer dalam pernyataannya, dikutip BBC.

Sekretaris Utama Sikkim VB Pathak mengatakan banjir telah menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan.

Jangkauan layanan seluler di bagian utara negara bagian itu juga terganggu.

Tentara telah menyiapkan tiga saluran bantuan untuk keluarga orang hilang, termasuk tentaranya sendiri.

“Anggota keluarga orang hilang telah dihubungi dan diberitahu tentang situasinya,” katanya.

Bagian utara negara bagian Benggala Barat juga terkena dampaknya karena air dari Teesta menggenangi distrik Darjeeling, Kalimpong, Cooch Behar dan Jalpaiguri.

Ketua Menteri Benggala Barat Mamata Banerjee mengatakan negara bagian tersebut menyelamatkan 10.000 orang dan memindahkan mereka ke 190 kamp bantuan pada Rabu (4/10/2023).

Sikkim di Himalaya rawan banjir dan bencana alam. Pada tahun lalu, banjir besar di sana menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi dan menewaskan sedikitnya 24 orang.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement