Namun, keraguan itu perlahan sirna melihat kebaikan hati Johana, serta jiwa mengayomi dari Jenderal Nasution saat dia mulai bertugas, membuat kepercayaan dirinya muncul. Dia pun menjadi sangat akrab dengan Keluarga Nasution, termasuk putri pertama mereka, Hendrianti Sahara dan Lettu Czi Pierre Andries Tendean, ajudan Nasution.
“Saya merasa bangga karena bisa menjaga anak perempuan yang sudah saya anggap sebagai putri sendiri,” kata dia
BACA JUGA:
Oma Tintang mengakui bahwa sebenarnya nama Ade tidak ada, nama Ade merupakan panggilan kesayangan pemberiannya kepada Irma Suryani Nasution
Dia juga mengakui sebelum Ade Irma meninggal, ia sudah mendapati firasat buruk kepada putri bungsu sang jenderal. Kadang suka menangis tanpa sebab dan juga tidak suka makan.
BACA JUGA:
Usai kejadian penculikan, dia sempat membawa Ade Irma ke rumah sakit. Namun dalam perjalanan ia mengaku turun dari mobil untuk melaporkan kejadian nahas itu. Dia kemudian pergi ke markas Marinir untuk melaporkan kejadian yang terjadi di rumah Jenderal Nasution.
Tahun 1969 dia memilih pulang ke kampung halamannya. Komunikasi dengan keluarga Nasution masih tetap terjaga. Kenang-kenangannya berupa foto bersama keluarga Nasution masih tersimpan rapi. Begitu juga dengan kalung milik almarhumah Ade Irma yang diberikan kepadanya masih tersimpan dengan baik sampai sekarang.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.