PASPAMPRES, satuan elite TNI yang bertugas untuk menjaga keamanan dan keselamatan presiden beserta keluarganya dan tamu kenegaraan. Tak heran, apa pun akan dilakukan oleh prajurit-prajurit pilihan itu termasuk bertaruh nyawa demi menjamin keamanan orang nomor satu di Indonesia.
Seperti yang dituturkan Pangdam Jaya Mayjen TNI M. Hasan, saat dirinya bertugas menjadi Komandan Grup A Paspampres Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama dua tahun sejak 2016-2018. Abituren Akademi Militer (Akmil) 1993 dari kesatuan Infanteri Kopassus ini rela mandi keringat karena harus berlari sejauh 7 Kilometer demi memastikan keamanan Jokowi.
Dalam buku biografinya yang berjudul "Menjaga Jokowi Menjaga Nusantara: Catatan Perjalanan Jaguar Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden". Hasan menuturkan rela diguyur hujan seharian saat mengawal kunjungan kerja (kunker) Presiden Jokowi ke Kepulauan Nias, Sumatera Utara.
Usai Dimutasi Awal Oktober 2023, M. Hasan yang saat itu masih berpangkat Kolonel Inf. Mendapat tugas mengawal kunjungan Jokowi dan Ibu Iriana ke Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet, Cirebon, Jawa Barat. Tiba di Bandara Cakrabhuana, Cirebon pukul 10.00 WIB, Jokowi melanjutkan perjalanan dengan konvoi kendaraan menuju Ponpes Buntet di Desa Mertapada, Kecamatan Astanajapura.
Dalam kunjungannya, selain menghadiri haul Al-Marhumin dan bertemu sesepuh serta warga ponpes, Jokowi juga akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sport Hall dan Auditorium Mbah Muqoyyim di ponpes tersebut. Saat melewati Kota Cirebon, masyarakat belum terlalu ramai di sepanjang jalan karena masih terlalu pagi. Mendekati tikungan menuju Pesantren Buntet pantura yang dilewati, masyarakat mulai ramai. Mereka berjejer menyambut Jokowi di sepanjang jalan. Melihat masyarakat yang menyambutnya, Presiden Jokowi mulai membuka pintu mobil. Dari dalam mobil, Presiden melambaikan tangannya.
”Saya sudah bisa mengira apa yang akan dilakukan Presiden Jokowi ketika massa semakin ramai di pinggir jalan. Ya, kecepatan mobil akan diperintahkan perlahan dan beliau mulai membagikan buku dan kaus,” kenang Mantan Danjen Kopassus ini, Sabtu (14/10/2023).
Benar saja, kendaraan Presiden melambat dan kaca jendela terbuka. Ketika kendaraan Presiden semakin melambat, tanpa komando lagi Paspampres menuju ke arah mobil Presiden dan membentuk formasi melingkar di sekitar kendaraan VVIP. Kebiasaannya, jika mobil Presiden melambat, inilah indikasi kuat mobil Presiden akan berhenti dan mulai membagikan lagi suvenir dari kanan-kiri jendela.
”Saya segera mengambil posisi di samping jendela kendaraan, dan Presiden mulai membagikan suvenir dari dalam mobil,” ucapnya.