Pemimpin oposisi Peter Dutton mengkritik warga Albania karena mengadakan referendum "yang tidak perlu dilakukan Australia".
“Usulan dan prosesnya seharusnya dirancang untuk menyatukan warga Australia, bukan untuk memecah belah kita,” katanya pada konferensi pers setelah hasilnya diumumkan pada Sabtu.
Kampanye misinformasi yang menyebar melalui media sosial juga memicu ketakutan bahwa Voice – sebuah badan penasehat murni – akan menjadi majelis ketiga di parlemen, yang mengakibatkan lebih banyak bantuan federal kepada masyarakat Aborigin, dan lebih banyak perselisihan antara masyarakat Pribumi dan non-Pribumi.
Albanese juga mengkritik beberapa media yang menurutnya telah menjauhkan perdebatan referendum dari isu-isu inti.
“Kami telah melakukan, termasuk di media yang diwakili di ruangan ini, diskusi tentang berbagai hal yang tidak ada hubungannya dengan apa yang ada di surat suara malam ini,” kata Albanese.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.