Upaya untuk membunuh Meshaal politis karena campur tangan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, yang memaksa Netanyahu untuk memberikan penawar racun.
Meshaal mengunjungi Jalur Gaza untuk pertama kalinya pada 7 Desember 2012. Kunjungannya merupakan yang pertama ke wilayah Palestina sejak dia berusia 11 tahun.
Dia diterima oleh para pemimpin faksi dan nasional Palestina setibanya di penyeberangan Rafah dan kerumunan orang Palestina keluar untuk menyambutnya di sepanjang jalan sampai dia tiba di kota Gaza.
Pada 6 Mei 2017, Dewan Syura gerakan tersebut memilih Ismail Haniyeh untuk menjabat kepala biro politik Hamas.
Mahmoud Zahar
Mahmoud Zahar lahir pada 1945 di Kota Gaza. Ayahnya berasal dari Palestina sementara ibunya berkewarganegaraan Mesir. Dia menghabiskan masa kecil di kota Ismailia, Mesir.
Zahar menempuh pendidikan dasar, menengah, dan menengah di Gaza. Ia memperoleh gelar sarjana kedokteran umum dari Universitas Ain Shams di Kairo pada 1971, kemudian gelar master di bidang bedah umum pada 1976.
Setelah lulus, ia bekerja sebagai dokter di rumah sakit di Gaza dan Khan Younis hingga pemerintah Israel memecatnya karena posisi politiknya.
Zahar dianggap sebagai salah satu pemimpin Hamas yang paling terkemuka, dan anggota kepemimpinan politik gerakan tersebut.