Pada 2014, selama serangan Israel di Jalur Gaza yang berlangsung lebih dari 50 hari, tentara Israel kembali gagal membunuh Deif. Tapi Israel membunuh istri dan dua anaknya.
Al-Deif dikenal dengan julukan “Abu Khaled” melalui aktingnya dalam drama berjudul The Clown. Saat itu ia berperan sebagai “Abu Khaled,” seorang tokoh sejarah yang hidup pada periode awal Abad Pertengahan di masa pemerintah Bani Umayyah dan Abbasiyah.
Deif adalah sebuah kata dalam bahasa Arab yang berarti "tamu".
Julukan itu melekat pada sosoknya karena dia tidak tinggal di suatu tempat dalam waktu lama. Dia tidur di lokasi baru setiap malam untuk menghindari pembunuhan Israel.
Marwan Issa
Marwan Issa dikenal dengan julukan “manusia bayangan”. Dia adalah tangan kanan Mohammed Deif, wakil panglima Brigade Izz al-Din al-Qassam, sekaligus anggota biro politik dan militer Hamas.
Pasukan Israel menahannya selama lima tahun sejak peristiwa dikenal sebagai periode Intifada Pertama. Israel menuduhnya menjadi bagian Hamas sejak usia dini. Israel membuat klaim, selama Issa masih hidup, yang mereka sebut sebagai “perang otak” dengan Hamas akan terus berlangsung.
Israel menuduh Issa sebagai orang yang “berbuat dengan perbuatan, bukan perkataan,” dan mengatakan bahwa dia sangat pintar sehingga “bisa mengubah plastik menjadi logam”.
Issa awalnya dikenal publik sebagai pemain bola basket terkemuka, tapi dia tidak memiliki karier olahraga karena Israel menangkapnya pada 1987 atas tuduhan bergabung dengan gerakan Hamas.