JAKARTA - Sikap keberatan yang disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani terhadap hasil G20 Parliamentary Speaker's (P20) Summit ke-9 lantaran tam membawa isu perdamaian di Palestina menuai apresiasi dari berbagai pihak.
Salah satu dukungan disampaikan oleh Pakar Hukum Internasional, Hikmahanto Juwana. Menurutnya, sikap keberatan yang disampaikan Puan terkait joint statement P20 Summit ke-9 dinilai membawa citra positif bagi Indonesia. Untuk itu, ia mendukung sikap Puan.
"Karena mengedepankan sisi kemanusiaan dalam konflik Israel-Palestina. Sangat mendukung (keberatan DPR RI yang disampaikan Puan). P20 harus sensitif terhadap kejadian di Palestina karena dapat bereskalasi ke perang dunia ke-3,” kata Hikmahanto dalam keterangan resmi, dikutip Selasa 17 Oktober 2023.
Hikmahanto pun sepakat dengan keputusan DPR RI bersama beberapa parlemen negara lain tersebut mengingat baik isu Ukraina dan Palestina, seharusnya dilihat dari kacamata kemanusiaan.
“Tanpa ingin menentukan siapa yang benar atau yang salah harus dikedepankan sisi kemanusiaan yaitu rakyat sipil yang menjadi korban," ungkapnya.
Oleh karenanya, Hikmahanto mendukung berbagai langkah negara dunia yang menyerukan penghentian perang antara militer Israel dengan kelompok Hamas di Palestina. Seperti upaya DPR dan sejumlah parlemen negara G20 yang mendorong agar isu kemanusiaan Israel-Palestina dijadikan sebagai keputusan formal bersama dalam sidang P20 yang cukup memiliki peranan.
“Rakyat sipil yang tidak pernah menjadi kombatan harus diselamatkan dengan cara para pihak menghentikan serangan,” tegas Prof Hikmahanto.
Baginya, perang Israel-Palestina tak hanya berdampak pada situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, getapi juga bagi warga dunia. Untuk itu, Hikmahanton berkata, sudah menjadi kewajiban bagi kalangan internasional agar ikut berpartisipasi dalam menciptakan kedamaian Israel-Palestina.
“Perang di Palestina akan menambah multi-krisis global di mana rakyat di negara berkembang yang akan terdampak,” sebutnya.
Sekadar informasi, dalam Sidang P20 yang digelar di India akhir pekan lalu, Puan bersama ketua parlemen Turki, China, Afrika Selatan dan Rusia menyampaikan keberatan karena forum parlemen G20 tersebut tidak menyinggung soal isu Palestina dalam joint statement yang merupakan kesimpulan sidang.
Padahal, dalam joint statement P20 Summit ke-9 menyinggung tentang isu kemanusiaan di Ukraina yang sedang berperang dengan Rusia. Keberatan disampaikan Indonesia bersama sejumlah negara lewat dokumen joint reservation (keberatan bersama).
Joint reservation itu dibuat karena Indonesia, Turki, China, Afrika Selatan dan Rusia merasa sidang P20 tidak seimbang karena tidak memasukkan isu Palestina pada joint statement.
(Arief Setyadi )