TEL AVIV - Israel menarik semua diplomatnya dari Turki pada Kamis, (19/10/2023) termasuk Duta Besar Irit Lillian, beberapa hari setelah menaikkan peringatan perjalanannya ke tingkat tertinggi, menurut berbagai sumber.
Dewan Keamanan Nasional Israel (NSC) mengeluarkan peringatan untuk tidak melakukan perjalanan ke Turki pada Selasa, (17/10/2023) dengan alasan kekhawatiran bahwa wisatawan Israel mungkin menjadi sasaran.
Mereka mendesak semua warga negara Israel di Turki untuk meninggalkan negara mereka itu sesegera mungkin setelah menaikkan peringatan perjalanan mereka ke tingkat tertinggi, yakni empat, demikian diwartakan Middle East Eye (MEE).
Tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada MEE bahwa para diplomat tersebut pergi pada Kamis karena masalah keamanan dan bukan karena krisis diplomatik antara kedua negara.
Salah satu sumber mengatakan bahwa penasihat NSC Israel tidak membedakan para diplomat tersebut dari warga negara Israel pada umumnya, dan telah meminta semua warga Israel untuk pergi.
MEE menghubungi Kementerian Luar Negeri Israel untuk memberikan komentar tetapi permintaan tersebut ditolak.
NSC pada Selasa menyarankan warga Israel untuk melakukan semua tindakan pencegahan yang diperlukan seperti meminimalkan kehadiran mereka di ruang publik dan menghindari pertemuan.