Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Konflik Israel-Palestina Memanas, MUI Berencana Temui Dubes AS

Widya Michella , Jurnalis-Jum'at, 20 Oktober 2023 |17:29 WIB
Konflik Israel-Palestina Memanas, MUI Berencana Temui Dubes AS
Ketua MUI Sudarnoto Abdul Hakim berencana temui Dubes AS (Foto: MPI)
A
A
A

 

JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan pihaknya akan segera bertemu perwakilan Amerika di Jakarta.

Hal tersebut sebagai respons atas memanasnya konflik Israel-Palestina hingga menewaskan ribuan orang. Adapun pihak Amerika Serikat diketahui mendukung tindakan bejat Israel terhadap Bangsa Palestina.

"Saya merasa penting sekali bertemu dengan Amerika karena saya ngomong istilah bagaimana ya Amerika, saya tadi menyebutkan semakin primitif. Dalam era modern yang sebegitu terbuka, dehumanisasi, penghancuran kemanusiaan secara sistemik dan didukung oleh Amerika itu enggak masuk akal sehat, enggak masuk akal logika berkeadaban peradaban modern, jadi primitif," kata Sudarnoto kepada wartawan di Kantor MUI Pusat, Jumat (20/10/2023).

Karena itu pihaknya ingin menemui Dubes Amerika Serikat (AS) di Jakarta. "Apakah bisa Dubes langsung atau siapapun yang ada di wakil Dubes, tapi bagi saya penting,"ucapnya.

MUI, kata Sudarnoto, tengah menyiapkan surat resmi untuk pertemuan tersebut. Selain AS, MUI juga mengaku telah mengirimkan surat resmi kepada Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

"(Surat untuk Kedubes AS) Sedang disiapkan. Kalau OKI sudah dikirim, kita juga ingin menekankan kepada seluruh anggota OKI untuk berkonsolidasi secara kuat karena kita tahu anggota-anggota OKI itu di antaranya adalah negara-negara yang selama ini bukan sekadar bersinggungan tapi punya hubungan menormalisasi hubungan dengan Israel," tuturnya.

Adapun poin yang akan disampaikan MUI kepada Kedubes AS di Jakarta yakni meminta agar pemerintah AS dapat merubah cara pandang terhadap Dunia Internasional. Serta harus berorientasi kepada kemanusiaan dan perdamaian yang genuine.

"Sekarang ini tidak. Kalau AS ngomong perdamaian, itu sebetulnya maksudnya industri militer, karena alat perdamaian itu perang jadi bisnis bukan menciptakan perdamaian yang genuine. Ini cara pandang yang menurut saya sangat konservatif dan tidak akan bisa menjadi instrumen penting untuk menciptakan keamanan,"ucapnya.

Menurutnya adanya ketidakadilan secara global yang dilakukan pihak AS. Lantas dia mencontohkan bagaimana sikap AS terhadap perang Ukraina dan Rusia.

"Itu yang saya sebut salah satu tanda injustice. Jadi saya mau bilang begitu. Ubahlah cara pandang anda, jangan ikut campur dengan urusan itu, tarik AS, jangan lagi dukung Israel, teriaklah di PBB, jangan pagi veto. Itu saja sih pointnya," tuturnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement