Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dorong Transisi Energi, DPR Harap Program EBT Dirasakan Semua Kalangan

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Senin, 23 Oktober 2023 |07:38 WIB
Dorong Transisi Energi, DPR Harap Program EBT Dirasakan Semua Kalangan
Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno mengingatkan, agar program-program Pemerintah harus sejalan dengan upaya transisi energi. Hal itu ditujukan untuk mencapai target green economy.

"Indonesia memiliki target-target green economy. Sebaiknya program-program yang dikeluarkan Pemerintah juga harus mendukung upaya tersebut,” kata Eddy, dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin (23/10/2023).

Ia pun menyinggung program pemerintah seperti pembagian alat masak berbasis listrik (AML) atau rice cooker. Menurutnya, penggunaan AML itu harus manfaatkan pembangit energi baru terbarukan (EBT).

"Agar pembagian rice cooker ini sejalan dengan program transisi energi, penggunaan pasokan listrik harus memanfaatkan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) seperti sistem pembangkit listrik tenaga air (PLTA), atau memanfaatkam potensi energi surya dan angin," tutur Eddy.

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI Abdul Kadir Karding, meminta pemerintah untuk memperbanyak program peralihan dari kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) beremisi tinggi ke kendaraan listrik.

Menurutnya, penggunaan kendaraan ramah lingkungan di masa mendatang menjadi salah satu solusi penanganan polusi berlebih yang menyebabkan kualitas udara memburuk.

"Gerakan penggunaan bahan bakar non-fosil harus menjadi fokus utama agar mengurangi tingkat emisi karbon di udara. Jadi budaya penggunaan kendaraan non-fosil atau listrik atau gas harus digalakkan,” ujar Karding dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin (23/10/2023).

Menurutnya, dampak penggunaan kendaraan listrik terhadap kualitas udara diketahui cukup signifikan. Sebab emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermesin pembakaran internal, seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), dan partikel-partikel berbahaya, dapat menyebabkan polusi udara yang parah.

Kendati demikian, Karding mendorong pemerintah memperbanyak program peralihan ke kendaraan listrik. Namun, sambungnya, upaya mendorong transisi energi ke Energi Baru dan energi Terbarukan tak bisa hanya sekadar dengan pemberian subsidi motor dan mobil listrik karena akan kurang maksimal.

 BACA JUGA:

Karding menilai, harus ada upaya tambahan dari subsidi kendaraan listrik agar hasil pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dapat berkelanjutan dan manfaatnya bisa dirasakan oleh semua kalangan masyarakat.

 BACA JUGA:

“Jika kendaraan listrik menjadi populer dan diadopsi secara luas, dampak positif terhadap kualitas udara akan semakin terasa,” tutup Karding.

Sementara itu, pakar energi terbarukan, Rangga Winantyo, mengapresiasi langkah DPR. Menurutnya, target pemerintah terkaut penggunaan EBT sebesar 23% dapat tercapai dengan bantuan DPR RI.

“Karena DPR ini memiliki peranan penting terhadap setiap program-program yang dibuat Pemerintah, termasuk dalam hal Energi terbarukan,” kata Angga.

Peneliti Dye Sensitized Sollar Cell ini pun memuji langkah DPR yang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk memenuhi kebutuhan tambahan listrik gedung wakil rakyat tersebut.

Angga menilai, dukungan DPR terhadap transisi energi tak hanya ditunjukkan melalui fungsi legislasi, anggaran serta pengawasan semata, tapi juga langkah nyata yang dimulai dari internal DPR sendiri.

“DPR menjadi salah satu pelopor pembangunan hijau di Indonesia, khususnya bagi instansi atau lembaga-lembaga negara. Tentunya hal ini sangat berkontribusi terhadap gerakan energi hijau di Indonesia karena DPR memberi contoh langsung,” ucapnya.

(Fakhrizal Fakhri )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement