Tujuan utama GDEP adalah memperlengkapi 62 juta petani Indonesia dengan teknologi modern, seperti AI, IoT, dan Transformasi Digital, yang akan menggandakan hasil panen dan pendapatan mereka, serta membawa kemakmuran yang luar biasa.
Founder Maju Tani Nusantara Sofia Koswara menambahkan, dengan dukungan semua pihak, Maju Tani Nusantara ingin menciptakan terobosan dalam mengatasi krisis pangan di dalam negeri. Kata dia, teknologi adalah senjata ampuh dalam upaya mencapai kemandirian pangan.
Dengan teknologi Smart Controlled Environment, pertanian tidak lagi tergantung pada cuaca. Sofia melanjutkan, dengan bantuan AI, IoT, teknologi presisi, hasil panen bisa melipatgandakan hingga 120 kali lipat dibandingkan dengan metode tradisional. Selain itu, anak muda juga punya peranan penting dalam mempercepat transformasi pertanian di Indonesia.
"Saya sungguh-sungguh meyakini bahwa pemuda bukan hanya masa depan, mereka adalah kekuatan Tuhan saat ini. Energi, inovasi, dan tekad mereka adalah sebab utama perubahan, dan mereka membawa pandangan segar, ide-ide baru, dan komitmen mendalam terhadap misi kami dalam meningkatkan ketahanan pangan. Demikianlah bersama sama kami menghadap pak Moeldoko, meminta Beliau sebagai Bapak Maju Tani untuk memimpin Gerakan ini yg harus bisa mentransformasi wajah pertanian Indonesia secara nyata,” jelas Sofia.
(Khafid Mardiyansyah)