Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Cinta Ratu Belanda dan Sultan Siak Syarif Kasim II Berakhir Pilu

Arief Setyadi , Jurnalis-Selasa, 24 Oktober 2023 |06:06 WIB
Kisah Cinta Ratu Belanda dan Sultan Siak Syarif Kasim II Berakhir Pilu
Ratu Belanda Wilhelmina dan Sultan Siak Syarif Kasim II (Foto: Wikipedia)
A
A
A

JAKARTA – Ratu Belanda Wilhelmina (Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange-Nassau) ternyata pernah patah hati dengan pria Nusantara. Sultan Syarif Kasim II, penguasa dari Kerajaan Siak di Riau, sosok yang membuat sang ratu dirundung kegalauan.

Dirangkum dari berbagai sumber, benih cinta tumbuh saat keduanya bertemu untuk pertama kali. Saat itu, sang Ratu berkunjung ke Istana Siak Sri Indrapura saat Sultan menjabat.

Pada pandangan pertama, Ratu Wilhelmina langsung jatuh cinta pada Sultan Syarif Kasim II. Bahkan, Ratu mengundang Sultan secara pribadi untuk menghadiri penobatan dirinya.

Berbeda dengan tamu-tamu lainnya. Sultan mendapatan perlakuan istimewa dari sang Ratu. Tak hanya itu, Sultan juga diundang untuk menghadiri perayaan pesta ulang tahun Ratu.

Sultan juga mendapat sambutan yang sangat meriah dan hangat pada momen tersebut. Sang Ratu yang sudah dimabuk cinta bahkan meminta Sultan membuat patung dirinya untuk disimpan di Belanda.

Sementara Ratu mengirim patung dirinya untuk disimpan di Istana Siak Sri Indrapura sebagai kenang-kenangan. Keduanya juga diketahui kerap bertukar kado.

Sayangnya cinta ini harus kandas sebelum dimulai karena perbedaan yang cukup signifikan. Keduanya memiliki perbedaan agama, adat, dan bangsa. Hal inilah yang membuat Sultan mundur secara perlahan.

Ratu merupakan wanita kelahiran 31 Agustus 1880 dan meninggal 28 November 1962 pada umur 82 tahun. Ratu Belanda sejak 1890-1948 itu disebut sebagai Putri Orange-Nassau. Ia juga Ibu Suri (dengan sebutan Putri) sejak 1948 - 1962.

Ratu Wihelmina memimpin Belanda selama lebih dari 50 tahun. Kekuasannya menjadi saksi seperti Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan Krisis Ekonomi pada 1933. Termasuk kejatuhan Belanda sebagai penguasa kolonial di Hindia Belanda.

Adapun Sultan Syarif Kasim II naik tahta pada 13 Maret 1915 di usia 21 tahun. Ia menggantikan sang ayah yang wafat pada 1908.

Sultan memiliki darah Arab yang mengalir di tubuhnya. Memiliki perawakannya tegap, gagah, rapi, dan berkharisma, tak heran membuat Ratu jatuh hati.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement