Secara berangsur-angsur, masyarakat pun diperkenankan untuk memilikinya sehingga keris menjadi senjata yang dimiliki seluruh masyarakat Jawa. Keris pun tidak dapat dipisahkan dari konteks religi masyarakat sehingga menjadikan senjata tradisional ini sebuah budaya.
BACA JUGA:
Masyarakat Jawa mempercayai bahwa terdapat kekuatan dari luar diri manusia yang melampaui kodrat alam, yang disebut dengan Kasakten, sehingga terdorong lah keyakinan bahwa keris merupakan senjata yang menyimpan kekuatan gaib.
Masyarakat Jawa juga mempercayai bahwa kekuatan magis dari keris berasal dari proses pembuatan keris yang selalu disertai dengan upacara dan pembacaan berbagai mantra untuk menyalurkan kekuatan tersebut ke dalam keris.
Kekuatan magis dari keris yang dinamakan tuah itu diperoleh melalui doa dengan kekuatan yang berbeda-beda, ada yang berpengaruh baik maupun buruk pada sang pemilik.
BACA JUGA:
Semakin terjadinya perkembangan dan perubahan sosial, keris pun mulai memiliki berbagai fungsi lain seperti sebagai senjata pembunuh, benda pusaka, simbol atau lambang, alat perlengkapan seperti pada pakaian adat, hingga benda seni dengan nilai yang tinggi.
Dengan kepercayaan serta tradisi leluhur di masa lalu, tak heran mengapa keris sering kali disimbolkan sebagai sebuah benda yang dianggap sakti.
Hingga kini, keris masih memiliki nilai berharga dan menjadi warisan budaya yang harus dilestarikan. Bahkan, keris diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang merupakan mahakarya budaya Indonesia yang terus hidup.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.