Yongki menilai jutaan pendukung Jokowi merasa dikhianati karena pada jamannya seseorang dapat mempermainkan konstitusi untuk kepentingan pribadi.
"Bukan tidak boleh Gibran jadi cawapres, bukan tapi cara yang digunakan nya sangat salah," ujar dia.
Oleh karena itu, perubahan nama tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi agar dapat mengalahkan Jokowi di tahun 2024. Terutama dalam rangka memperbaiki bangsa dan rakyat di masa depan.
"Saya sebagai Ketum DPP menyatakan rumah Jokowi diganti menjadi rumah kebangkitan Nusantara. Kami akan tetap berada di gerakan pemerintah, dan untuk Mas Ganjar akan meneruskan kebaikan yang sudah dilaksanakan oleh Jokowi," katanya.
"Kita jadi tahu lawan kita siapa Dan itu menjadi motivasi buat kami kita akan kalahkan Jokowi di 2024," tuturnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.