Muammar Gaddafi lahir di Surt selama masa penjajahan Italia dalam keluarga Badawi yang kurang mampu. Ia mulai tertarik pada nasionalisme Arab saat masih belajar di Sebha, dan kemudian melanjutkan pendidikannya di Akademi Militer Kerajaan di Benghazi.
Selama karier militernya, ia membentuk kelompok revolusioner yang pada akhirnya berhasil menjatuhkan pemerintahan Raja Idris selama kudeta Libya pada tahun 1969. Setelah berkuasa, Gaddafi mengubah Libya menjadi republik yang dipimpin oleh Dewan Komando Revolusioner.
5. Teodoro Obiang Nguema Mbasogo (Guinea Khatulistiwa)
Presiden Guinea Khatulistiwa, Teodoro Obiang Nguema Mbasogo, telah menjabat sejak 1979 hingga saat ini. Kepemimpinannya yang berlangsung selama lebih dari 40 tahun menjadikannya salah satu presiden terlama di Afrika.
Teodoro lahir pada 5 Juni 1942. Ia adalah seorang politikus dari Guinea Khatulistiwa yang berhasil menggulingkan pamannya, yaitu diktator Francisco Macías Nguema, melalui sebuah kudeta militer pada Agustus 1979.
Selama periode awal 1990-an, Teodoro memainkan peran kunci dalam mengawasi perkembangan Guinea Khatulistiwa sebagai produsen minyak terkemuka. Selain itu, ia menjabat sebagai Ketua Uni Afrika dari tanggal 31 Januari 2011 hingga 29 Januari 2012.
Saat ini, Teodoro memegang rekor sebagai presiden petahana dengan masa jabatan terlama di dunia. Ia adalah pemimpin terlama di Afrika yang telah berkuasa selama tiga dekade, dan juga merupakan pemimpin non-monarki dengan masa jabatan terpanjang di dunia, hanya kedua setelah Fidel Castro.
(Rahman Asmardika)