Namun, rencananya itu tidak terlaksana karena adanya desakan dari sejumlah politisi dan kelompok kepentingan di sekitarnya.
Pak Harto sempat mengundang Emil Salim, menteri yang telah mendampinginya selama 20 tahun, untuk datang ke kediamannya di Jalan Cendana 8, Menteng, Jakarta Utara.
Pada pertemuan tersebut, Soeharto mengungkapkan keinginannya untuk tidak lagi masuk dalam kabinet berikutnya. Emil Salim merasa lega dengan keputusan tersebut dan mengungkapkan bahwa ia juga telah merasa jenuh sebagai menteri.
Pernyataan tersebut Emil Salim ungkapkan dalam bunga rampai Pak Harto: Sisi-Sisi yang Terlupakan.
"Ternyata, cerita yang panjang lebar itu merupakan pengantar. Inti pesannya adalah bahwa Pak Harto ingin mengabarkan bahwa saya tidak akan masuk lagi dalam kabinet berikutnya," tutur Emil Salim.
Soeharto pernah mengungkapkan keinginannya untuk pensiun sebagai presiden. Beliau merasa kelelahan dan istri tercintanya, Ibu Tien, juga meminta supaya Soeharto lengser dari jabatannya.
Meskipun ada desakan dari beberapa kolega dan orang terdekatnya, Soeharto tetap bersedia dicalonkan kembali sebagai presiden. Salah satunya, Soeharto didesak oleh Dewan Pembina Golkar yang melakukan penjaringan aspirasi rakyat tahun 1997.
Aspirasi tersebut menunjukan bahwa 92% responden menginginkan Soeharto tetap menjadi presiden.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.