JAKARTA - Kebakaran hutan (karhutla) terjadi di Gunung Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat laporkan titik api terpantau pada Minggu lalu (31/10). Hingga saat ini api belum dapat dipadamkan.
Upaya pemadaman masih terus dilakukan. Meski begitu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan lokasi titik api berada di medan terjal puncak gunung. “Kondisi itu menyulitkan pemadaman secara optimal,” katanya dikutip dari laman resmi BNPB, Kamis (2/11/2023).
Aam sapaan akrab Abdul Muhari mengatakan selain kendala medan, upaya pemadaman memiliki risiko tinggi disebabkan oleh cuaca panas, angin kencang dan asap yang mudah berubah arah mengikuti arah angin.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem juga terus berupaya untuk meminimalkan dampak karhutla. Langkah yang dilakukan yaitu dengan pembuatan sekat bakar untuk mencegah api merembet lebih luas.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, penanganan karhutla Gunung Abang membutuhkan upaya penanganan dari udara, baik secara alami maupun buatan.