Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengapa PBB takut dengan Israel?

Salsabila Fitirah Puteri , Jurnalis-Jum'at, 03 November 2023 |13:44 WIB
Mengapa PBB takut dengan Israel?
Foto: Reuters.
A
A
A

SAN FRANCISCO - Di tengah kompleksitas konflik Israel-Palestina, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seringkali mendapati dirinya dalam situasi yang penuh tantangan ketika berurusan dengan Israel. 

PBB kerap kesulitan untuk menangani krisis kemanusiaan yang sedang terjadi di Palestina. Kepala Perwakilan PBB untuk Indonesia, Vallerie Juliand, menjelaskan bahwa PBB adalah organisasi yang mempunyai anggota 193 negara, tindakan-tindakan yang akan dilakukan oleh PBB ditentukan oleh mereka yang merupakan negara anggota.

Julliand menambahkan, ketika PBB tidak melakukan intervensi terhadap suatu hal, itu bukan karena staf PBB yang enggan melakukannya, namun dikarenakan negara anggota yang tidak sepakat akan hal tersebut.

Lalu, mengapa PBB terkesan tidak berani menyelesaikan konflik yang telah terjadi selama puluhan tahun dan memberi sanksi atas kekejaman zionis Israel kepada rakyat Palestina? Di mulai dari hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan PBB yang mempunyai sejarah panjang dan kompleks, yang berakhir AS mempunyai kontrol hebat untuk mempengaruhi keputusan PBB.

E-International Relations mengungkapkan, bahwa PBB berhutang banyak kepada negeri Paman sam tersebut. Dilansir dari wikipedia, AS merupakan kontributor keuangan terbesar bagi PBB, menyumbangkan sekitar 27,89 persen dari anggaran pemeliharaan perdamaian yang ditentukan oleh PBB sebesar USD6,38 miliar pada tahun fiskal 2020.

Pada tahun fiskal 2022, perkiraan anggaran reguler PBB adalah sekitar USD3,12 miliar. Selama periode dari Juli 2016 hingga Juni 2017, AS menyediakan sekitar 28,6 persen dari anggaran yang digunakan untuk operasi penjaga perdamaian.

Dengan dukungan keuangan yang signifikan dan peran aktif dalam berbagai inisiatif PBB, AS pun berakhir menguasai PBB dengan mempunyai pengaruh yang besar dalam kebijakan dan operasi organisasi tersebut.

PBB dan politik internasional terdiri dari tiga komponen utama, yakni Dewan Keamanan, Majelis Umum, dan Sekretariat. Dewan Keamanan merupakan lembaga yang memiliki otoritas tertinggi dalam PBB, dan terdiri dari lima anggota tetap yang sering disebut sebagai "anggota tetap", yaitu AS, Tiongkok, Rusia, Inggris, dan Prancis. Anggota tetap ini memiliki pengaruh besar dalam politik internasional, baik secara resmi maupun secara informal.

AS, dengan pengaruh ekonomi, politik, dan militer yang signifikan di seluruh dunia, memainkan peran penting dalam PBB dan dianggap sebagai salah satu negara yang sangat diperlukan dalam kerangka organisasi ini.

AS juga merupakan salah satu negara yang mempunyai hak veto di PBB, hak ini memberikan keistimewaan untuk menolak atau membatalkan suatu resolusi yang diajukan di Dewan Keamanan (DK) PBB.

Selain itu, AS dan Israel adalah sekutu dekat. AS secara terang-terangan mendukung Israel dari sejak lama dan menawarkan bala bantuan untuk segala kebutuhan Israel. Bahkan. Presiden AS, Joe Biden, dengan lantang menyerukan dukungan Amerika terhadap Israel dengan lantang. Ia mengatakan, "Pada saat ini, kita harus jelas: kita mendukung Israel,"

Dengan hutang dan besarnya peran AS terhadap PBB selama ini, dan hubungan dekat AS dengan Israel, bisa disimpulkan bahwa PBB enggan menyelesaikan masalah yang selama ini dilakukan oleh Israel dan terkesan takut oleh para zionis tersebut dikarenakan adanya kendali serta dukungan untuk Israel yang selama ini dilakukan oleh AS.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement