Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

6 Pangdam III/Siliwangi Punya Karier Gemilang Jadi KSAD hingga Panglima TNI, Salah Satunya Jenderal Bintang 5!

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Jum'at, 03 November 2023 |06:04 WIB
6 Pangdam III/Siliwangi Punya Karier Gemilang Jadi KSAD hingga Panglima TNI, Salah Satunya Jenderal Bintang 5!
Jenderal TNI Agus Subiyanto saat dilantik jadi KSAD oleh Presiden Jokowi. (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Jenderal TNI Agus Subiyanto baru dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi KSAD menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Istana Negara, Jakarta, Rabu 25 Oktober 2023. Tak lama setelahnya, Agus Subiyanto kembali diajukan Presiden Jokowi menjadi calon Panglima TNI ke Komisi I DPR belum lama ini.

Agus menambah deretan Perwira Tinggi (Pati) dari Komando Daerah Militer III/Siliwangi (Kodam III/SLW) yang berkarier gemilang. Agus merupakan Pangdam Siliwangi Periode 2021-2022.

Mengutip situs resmi TNI, terdapat 6 sosok Pangdam Siliwangi yang berhasil menduduki posisi sebagai KSAD. Siapa saja mereka? Berikut pembahasannya.

1. Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution

Abdul Haris Nasution merupakan sosok pertama yang menjabat Pangdam Siliwangi. Dia merupakan salah satu jenderal bintang 5 di Indonesia. Bukan tanpa alasan, penyematan tersebut sesuai dengan jasa dan berbagai perjuangan yang turut dilakukannya untuk Indonesia.

Melihat dari riwayatnya, Jenderal Besar TNI (Purn) AH Nasution lahir di Desa Hutapungkut, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Tepatnya pada 3 Desember 1918 dari pasangan HA Halim Nasution dan H Zahra Lubis.

 BACA JUGA:

Pada 17 Februari 1948, muncul Perpres Nomor 9 yang berisi keputusan pengangkatan Nasution menjadi Wakil Panglima Besar. Kariernya semakin cemerlang setelah pengkuan kedaulatan penuh RI pada 1949.

Saat itu, AH Nasution diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Setelah Presiden Soekarno menerbitkan Dekrit Presiden 4 Juli 1959, Nasution ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan/ Kepala Staf Angkatan Bersenjata, tepatnya pada 1962.

Beberapa tahun berselang, Jenderal AH Nasution menjadi salah satu target penculikan jenderal TNI AD yang dilakukan PKI pada 30 September 1965. Adapun peristiwa kelam tersebut dikenal sebagai G30S/PKI.

Dalam insiden tersebut, Nasution menjadi satu-satunya jenderal yang selamat. Sedangkan beberapa rekannya yang tertangkap harus kehilangan nyawanya. Dia berhasil lolos meskipun kakinya sempat tertembak.

 BACA JUGA:

Selama pengabdiannya, Jenderal Besar Abdul Haris Nasution cukup banyak memberikan sumbangsih. Selain pemikiran brilian mengenai konsep perang gerilya dan dwifungsi, beberapa strateginya terbukti menghasilkan keberhasilan operasi militer yang dilakukan TNI.

Di akhir hayatnya, AH Nasution meninggal dunia pada 6 September 2000 dalam usia 81 tahun. Jenderal bintang lima ini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.

2. Jenderal TNI Moeldoko

Moeldoko menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi pada 2010. Moeldoko lahir di Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kediri, Jawa Timur, Moeldoko memilih berkarier sebagai tentara. Dia masuk Akabri Darat (kini Akmil) dan lulus pada 1981.

Prestasinya di Lembah Tidar itu sangat cemerlang. Moeldoko merupakan peraih Adhi Makayasa-Tri Sakti Wiratama.

Moeldoko menjabat sebagai Panglima TNI dalam kurun 2013-2015. Selepas dari TNI, Moeldoko dipercaya Presiden Jokowi menjadi Kepala Staf Presiden hingga kini.

Selama karier militernya, dia juga banyak memperoleh berbagai tanda jasa, di antaranya Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Satya Lencana Dharma Santala, dan Satya Lencana Kesetiaan.

Operasi militer yang pernah diikuti antara lain Operasi Seroja Timor-Timur tahun 1984 dan Konga Garuda XI/A tahun 1995. Dia juga pernah mendapat penugasan di Selandia Baru (1983 dan 1987), Singapura dan Jepang (1991), Irak-Kuwait (1992), Amerika Serikat, dan Kanada.

3. Jenderal TNI Edi Sudradjat

Edi Sudrajat merupakan salah satu lulusan terbaik Akademi Militer yang pernah menjabat Pangdam Siliwangi. Pada lulusan tersebut, Edi Sudrajat berhasil terpilih sebagai lulusan terbaik angkatan dan meraih penghargaan Adhi Makayasa.

Dikutip dari perpusnas.go.id, Jenderal Edi Sudrajat lahir di Jambi pada 22 April 1938. Dia juga merupakan lulusan Akademi Militer Nasional angkatan pertama tahun 1960.

Pada 1993, Edi Sudrajat jadi perwira tinggi pertama lulusan Akademi Militer Nasional yang menjadi Panglima ABRI. Selain itu, pada tahun yang sama ia diangkat menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan dalam Kabinet Pembangunan VI era kepemimpinan Presiden Soeharto.

Jenderal (Purn) Edi Sudradjat meninggal dunia sekitar pukul 13.15, Jumat 1 Desember 2006 di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Dia sudah lama menderita sakit dan terakhir dirawat di RSPAD sejak 19 November 2006. Sudrajat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Sabtu 2 Desember pukul 10.00 WIB.

4. Jenderal TNI George Toisutta

George Toisutta merupakan Pangdam Siliwangi lainnya berkarier cemerlang karena berhasil menjadi pimpinan kesatuan Angkatan Darat. Lulusan Akademi Militer, Magelang tahun 1976 ini menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) dari tahun 2009 sampai 2011 menggantikan Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo.

Dalam karier militernya, George Toisutta menduduki sejumlah posisi penting. Ketika pecah bintang menjadi Brigjen, George Toisutta mengemban jabatan sebagai Kasdivif 1/Kostrad, Kasgartap 1/Kodam Jaya, dan Kasdam Jaya.

Kariernya semakin cemerlang ketika tembus bintang dua dengan mengemban amanat sebagai Pangkoops TNI di Aceh, Panglima Divisi 1/Kostrad, Pangdam XVII/Trikora, dan Pangdam III/Siliwangi.

Tak berhenti di situ, pria kelahiran Makassar 1 Juni 1953 ini kembali mendapat promosi Pangkostrad dan menyandang bintang tiga di pundaknya. Adapun posisi tersebut diembannya sejak 13 November 2007 hingga 17 Februari 2010 atau sekitar 2 tahun lebih 2 bulan.

Puncak kariernya militernya ketika diangkat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi KSAD dan berhasil menambah satu lagi bintang di pundaknya menjadi jenderal bintang empat.

George Toisutta meninggal dunia pada hari Rabu 12 Juni 2019 saat menjalani perawatan karena sakit kanker usus di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. George Toisutta dimakamkan di TPU Dadi Kota Makassar, di samping makam ibundanya.

5. Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo

Pramono Edhie Wibowo menjabat sebagai Pangdam Siliwangi pada periode 2009-2010. Kariernya cemerlang dengan berhasil menjabat Komandan Korps Pasukan Khusus (Kopassus) dan (KSAD).

Pria kelahiran Magelang 5 Mei 1955 ini merupakan anak dari sosok tokoh militer ternama di Indonesia Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. Dia juga merupakan ipar dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Pramono Edhie merupakan adik dari Ani Yudhoyono.

Lulusan Akademi Militer pada 1978 ini pernah terpilih menjadi Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2001. Di tahun yang sama juga dia menempuh Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI).

Pada tahun 2005 karier Pramono terus meningkat, di mana kala itu dia menjadi Wakil Danjen Kopassus pada 2005. Dua tahun berselang jabatan Komandan Kopassus diembannya.

Pramono Edhie kemudian pada tahun 2011 diangkat menjadi KSAD menggantikan Jenderal TNI George Toisutta. Proses pengangkatannya sebagai KSAD saat itu menuai protes dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang menganggap terdapat unsur nepotisme karena Pramono Edhie merupakan adik dari Ibu Negara Ani Yudhoyono atau ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun pendapat tersebut memang tak sepenuhnya benar mengingat banyaknya penghargaan yang diterimanya. Mulai dari bintang, satyalancana, hingga brevet dan wing.

6. Jenderal TNI Agus Subiyanto

Agus Subiyanto lahir di keluarga militer, Agus Subiyanto menempuh pendidikan seperti anak lain pada umumnya. Pria kelahiran 5 Agustus 1967 itu belajar di SDN Baros Mandiri 4 Cimahi, Jawa Barat dari 1974 hingga 1980.

Lulus SD, putra Serka (Purn) Deddy Unadi itu kemudian melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMPN 2 Cimahi (1980-1983) dan diteruskan ke SMAN 13 Bandung (1983-1986).

Selepas SMA, Agus Subiyanto ingin mengikuti jejak ayahnya sebagai tentara. Ia pun melanjutkan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada 1991.

Sebelum menjadi KSAD, Agus menjabat sebagai Wakil KSAD atau Wakasad sejak 4 Februari 2022. Kemudian pada Rabu 25 Oktober 2023 dilantik menjadi KSAD dan tak lama setelahnya diumumkan telah diajukan oleh Presiden Jokowi sebagai Calon Panglima TNI.

Agus mengawali karier militernya sebagai Kasiops Sektor A di Timor Timur, kemudian menjadi Danyon 22 Grup 2 Kopassus, hingga menjadi Kepala Penerangan Kopassus.

Dia kemudian mendapat promosi menjadi Dandim 0735/Surakarta (2009-2011), Waasops Divif 1 Kostrad, Asops Divif 1 Kostrad, Asops Kasdam 1/BB, Danrimdam 2 Kodam 2 Sriwijaya. Agus mendapat amanah menjabat sebagai Danrem 132/Tadulako (2017-2018), Paban 3/Latga Sops TNI, Wadan Pusenif, Danrem 061 Surya Kencana, Danpaspampres (2020-2021), dan Pangdam III/Siliwangi (2020-2022).

Agus Subiyanto pernah mengikuti Novelty Shot Exhibition. Ia keluar sebagai juara pada Novelty Shot Exhibition pada lomba khusus yang digelar pada pembukaan AARM ke-30 tahun 2022 di National Military Training Center, Hanoi, Vietnam.

Lomba menembak tersebut diikuti oleh para Wakil KSAD negara-negara ASEAN untuk kategori menembak pistol dengan sasaran plat baja. Lomba ini diselenggarakan sebagai pembuka sekaligus penyemangat bagi para kontingen TNI AD negara ASEAN yang berlaga pada ASEAN Armies Rifle Meet (AARM).

Mantan Danrem 061 Surya Kencana ini terjun langsung ikut menangani bencana alam di sejumlah daerah. Antara lain bencana alam di Bantul, Solo, Gunung Merapi, Gunung Siosar Medan, tsunami Palu, dan longsor di Bogor.

Selama menjalankan tugas, Agus pernah mendapat sejumlah penghargaan, di antaranya sewaktu berpangkat Letda bertugas di Timor Timur pada 1995, kemudian saat menjabat Danyon 22 Kopassus mendapat penghargaan dalam menangani gempa bumi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta mendapatkan penghargaan dalam menanggulangi bencana alam di Palu.

(Qur'anul Hidayat)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement