JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengaku sudah melakukan antisipasi dalam menghadapi cuaca ekstrem musim peralihan pancaroba di Ibu Kota.
Hal tersebut disampaikan Heru Budi Hartono usai meresmikan kick off pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pesanggrahan di Jakarta Selatan pada Jumat (3/11/2023).
Pihaknya memahami bahwa November 2023 sudah memasuki musim peralihan pancaroba dari musim kemarau ke musim penghujan. "Ya sudah pasti," ujar Heru Budi Hartono.
Terkait potensi intensitas curah hujan meningkat dan hujan dibarengi dengan angin kencang, Heru berharap kondisi tetap aman.
"Mudah-mudahan aman," kata Heru singkat.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sejumlah wilayah di Indonesia sudah memasuki musim pancaroba dari musim kemarau ke musim hujan pada bulan Oktober hingga Desember 2023.
Sedangkan puncak musim hujan diprediksi BMKG akan terjadi pada Januari - Februari 2024.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan pada masa pancaroba akan ada potensi terjadinya cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai masyarakat.
"Cuaca ekstrem berpotensi besar terjadi selama musim peralihan. Mulai dari hujan lebat disertai petir dan angin kencang serta hujan es," ujar Dwikorita Karnawati, Sabtu 28 Oktober 2023.
Curah hujan kata Dwikorita dapat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor.
BMKG juta mengimbau kepada kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan institusi terkait untuk melakukan langkah mitigasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologis.
Pemerintah Daerah disebut Dwikorita diharapkan dapat lebih optimal dalam mengedukasi masyarakat tentang cara menghadapi risiko bencana hidrometeorologis dan sudah menyusun rencana aksi dini dalam rangka menekan kerugian yang dapat ditimbulkan adanya bencana tersebut.
(Arief Setyadi )