Menurut media lokal, dia parkir di bawah pesawat Turkish Airlines.
Ratusan orang lainnya yang menunggu penerbangan di bandara harus ditempatkan di hotel.
Juru bicara kepolisian Hamburg Sandra Levgruen mengatakan sebelumnya pada Minggu (5/11/2023) bahwa pria tersebut tidak setuju dengan beberapa keputusan yang dibuat oleh pihak berwenang sehubungan dengan pengaturan hak asuh dan ingin melakukan perjalanan ke Turki bersama anak tersebut.
“Dia berbicara tentang hidupnya sebagai tumpukan pecahan,” katanya kepada stasiun televisi Jerman ZDF.
Setelah kejadian tersebut, pihak berwenang mengatakan pria tersebut berada dalam "situasi psikologis yang luar biasa karena perselisihan hak asuh dengan mantan istrinya".
Mereka mengatakan sang suami membawa putri mereka setelah terjadi pertengkaran dan ibunya kemudian memberi tahu layanan darurat dan mengajukan pengaduan tentang dugaan penculikan anak.
Ini bukan pertama kalinya pria berkewarganegaraan Turki itu dituduh menculik gadis muda tersebut. Tahun lalu dia diselidiki setelah dia melakukan perjalanan ke Turki bersamanya tanpa izin. Sang ibu kemudian membawa anaknya kembali ke Jerman.
“Saya berharap ibu, anak dan keluarganya memiliki kekuatan yang besar untuk menghadapi pengalaman mengerikan ini,” tulis Wali Kota Hamburg Peter Tschentscher di X setelah situasi penyanderaan berakhir.
Pihak bandara mengatakan pihaknya berupaya untuk melanjutkan operasi secepat mungkin. Sebanyak 286 penerbangan dengan sekitar 34.500 penumpang telah dijadwalkan pada Minggu (5/11/2023).
(Susi Susanti)