Sehari sebelum pecahnya pertempuran, Gubernur Suryo mengeluarkan pidatonya untuk membangunkan semangat arek-arek Surabaya agar tidak gentar dalam berjuang sekuat tenaga. Ia pun turut meminta bantuan kepada berbagai tokoh penting seperti Bung Karno dan Bung Hatta.
Pertempuran ini memakan korban jiwa sebanyak kurang lebih 20.000 dari pihak Indonesia. Presiden Soekarno akhirnya menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan untuk mengenang semangat dan jasa para pejuang dalam peristiwa tersebut.
Wafatnya Gubernur Arie Soerjo atau Suryo
Tiga tahun setelah Pertempuran Surabaya berlalu, Arie Soerjo atau Gubernur Suryo tewas pada 10 November 1948 ketika ia hendak berangkat untuk menghadiri peringatan 40 hari adiknya yang meninggal ke Madiun.
Gubernur Suryo menuju lokasi di pagi hari dengan mobil bersama Kolonel Polisi Duryat dan Mayor Polisi Suroko. Perjalanan mereka terhenti setelah dihadang oleh gerombolan PKI yang ingin membunuh orang-orang yang dianggap feodal. Gubernur Suryo bersama lainnya pun dibawa ke hutan dan kemudian dibunuh.
Jasad Gubernur Suryo ditemukan sekitar empat hari setelah kejadian di Kali Kakah, Ngawi untuk kemudian dibawa untuk dimakamkan di Sawahan, Magetan.
(Arief Setyadi )