“Kami ingin perdamaian, cukup sudah, kami lelah, kami ingin masa depan yang bahagia,” tambahnya
Menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas, lebih dari 10.300 nyawa melayang di Jalur Gaza akibat serangan Israel. Mayoritas korban adalah warga sipil, termasuk lebih dari 4.200 anak-anak.
Serangan balasan ini merupakan respons terhadap serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023. Serangan tersebut menewaskan sekitar 1.400 orang di Israel, dengan mayoritas korban juga merupakan warga sipil.
Meskipun membawa bendera putih, para warga Gaza tidak selalu menjamin keselamatan mereka.
Dalam operasi Cast Lead pada Desember 2008 hingga Januari 2009, pasukan Israel dilaporkan membunuh 11 warga Palestina yang sedang membawa bendera putih, termasuk lima perempuan dan anak-anak.
Bendera putih mengungkapkan banyak hal. Namun, sampai saat ini perdamaian masih sulit dicapai oleh Israel dan Palestina.
Demikian alasan warga Gaza bawa bendera putih saat sedang mengungsi.
(RIN)
(Rani Hardjanti)