Daan C ditangkap sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut, sedangkan Kayley W dibebaskan setelah diinterogasi.
“Kedua orang tersebut dicurigai berpartisipasi dalam kegiatan kelompok teroris, dan Daan C juga sebagai pemimpinnya,” kata jaksa federal dalam sebuah pernyataan, dikutip BBC.
“Ada indikasi bahwa para tersangka aktif di beberapa platform sayap kanan terenkripsi, mendesak orang untuk melakukan tindakan teroris, merekrut anggota baru dan berbagi informasi tentang cara menggunakan senjata api cetak 3D,” lanjut pernyataan itu.
“Mereka juga ditemukan memiliki bahan-bahan yang dapat digunakan untuk memproduksi bom rakitan dan bom bensin,” tambahnya.
Selain itu, jaksa penuntut mengatakan beberapa anggota kelompok online tersebut telah menulis sebuah manifesto dan ada indikasi bahwa mereka memiliki senjata.
“Meskipun beberapa tersangka berusia muda, indikator menunjukkan bahwa ada peningkatan risiko bahwa beberapa dari mereka akan segera mengambil tindakan,” kata Europol.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.