Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perindo Doakan Ida Bhawati yang Menjadi Sulinggih Bisa Terus Mengabdi untuk Umat Hindu di Bali

Dewa Partika , Jurnalis-Rabu, 15 November 2023 |12:33 WIB
Perindo Doakan Ida Bhawati yang Menjadi Sulinggih Bisa Terus Mengabdi untuk Umat Hindu di Bali
A
A
A

Upacara suci tersebut, digelar bertepatan dengan Rahina Tilem Kalima. Prosesi sakral untuk menjadi seorang sulinggih ini, dipimpin atau dipuput tiga sulinggih, yakni Nabe Napak Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Sattwikananda, Nabe Waktra Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Arcahyananda, dan Nabe Saksi Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Budha Daksa Darmayoga Manuaba.

Ida Bhawati Pasek I Ketut Sudiana, dan Ida Bhawati istri Pasek Ni Nyoman Murariani menjalani prosesi mediksa untuk menjadi sulinggih, yang menjadi satu-kesatuan dengan upacara suci Apodgala Dwijati.

Semeton Pasek Tatar Taman Bali sudah mulai berdatangan ke Griya Nataran Taman Bali, sejak Minggu (12/11/2023) untuk menyaksikan prosesi upacara Rsi Yadnya Munggah Padiksaan Apodgala Dwijati Ida Bhawati Pasek I Ketut Sudiana, dan Ida Bhawati Istri Pasek Ni Nyoman Murariani.

Sebelum melakulan prosesi ini, kedua Ida Bhawati terlebih dahulu harus melengkapi persyaratan administrasi, serta mendapat persetujuan dari PHDI yang ditandai dengan pemasangan pin. Ketua panitia upacara, I Wayan Soma mengatakan, rangkaian upacara ini sudah dilakukan sejak awal November yang dimulai dengan diksa pariksa di PHDI Kabupaten Bangli, kemudian Masuda Bumi, membangun griya, mendem panca datu, dan rsi gana.

"Puncak upacaranya, adalah upacara Apodgala Dwijati, berupa prosesi mediksa untuk menjadi sulinggih yang diawali dengan melukat, seda raga, sebelum akhirnya dinobatkan menjadi sulinggih," ungkap Soma.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement