SURABAYA- Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jawa Timur bersama elemen masyarakat menggelar dialog "Mimbar Bebas Mahasiswa Bersama Rakyat Selamatkan Demokrasi" di Universitas dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Rabu (15/11/2023).
Koordinator Aliansi Mahasiswa Jawa Timur, Abi Naga Parawansa mengatakan, salah satu yang paling dikritisi oleh aliansi adalah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 terkait batas usia minimal capres dan cawapres pada tanggal 16 Oktober 2023.
Putusan tersebut menimbulkan munculnya dugaan politik dinasti karena meloloskan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres mendamping Prabowo Subianto.
“Peristiwa ini semakin membuat masyarakat bingung dan terheran-heran dengan yang terjadi di dalam tubuh pemerintah,” tegasnya.
Oleh karena itu, mahasiswa menentang Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 dan menolak dinasti politik dengan mendesak untuk mereformasi tubuh Mahkamah Konstitusi dan mengembalikan marwah Mahkamah Konstitusi.
“Kami juga meminta adar pemerintah mengusut tuntas pelaku pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia,” tegasnya.
Dalam kegiatan ini, para mahasiswa juga ikut melakukan aksi pembakaran ribuan lilin serta membagikan selebaran bertuliskan: Lawan Politik Dinasti dan Tolak Pelanggar HAM kepada para pengemudi kendaraan di depan Universitas dr Soetomo (Unitomo) Surabaya.