Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Kasus Genosida Terparah Sepanjang Sejarah

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Kamis, 16 November 2023 |20:55 WIB
5 Kasus Genosida Terparah Sepanjang Sejarah
Ilustrasi untuk kasus genosida terparah sepanjang sejarah dunia (Foto: Reuters)
A
A
A

3. Genosida Kamboja

Pol Pot, seorang Perdana Menteri Kamboja yang berkuasa pada 1976 hingga 1979 menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas kematian jutaan warga Kamboja.

Bersama Khmer Merah, sebuah partai komunis di Kamboja, ia berupaya mengubah Kamboja menjadi negara agraris tanpa kelas. Pol Pot dan Khmer Merah dengan cepat mengambil kendali atas negara dan melakukan eksekusi massal dengan cara kerja paksa, penyiksaan, dan kebijakan kelaparan.

Perlakuan tidak manusiawi ini terutama ditujukan kepada kaum intelektual, pemuka agama, dan mereka yang tinggal di pusat kota. Jutaan warga Kamboja meninggal karena penyiksaan, eksekusi, kelaparan, penyakit, dan kerja paksa.

2. Genosida Rwanda

Genosida Rwanda terjadi pada 1994 dan berlangsung selama beberapa bulan. Kendati demikian, lebih dari setengah juta orang tidak berdosa mati sia-sia karena menjadi sasaran milisi Hutu yang berupaya melenyapkan kelompok etnis Tutsi.

1. Genosida Ottoman

Terakhir adalah genosida yang dilakukan oleh Kesultanan Ottoman antara tahun 1894 hingga 1922. Penguasa sebagian besar pantai Mediterania ini memulai empat genosida, yakni dua pembantaian orang Armenia, satu orang Asyur, dan terakhir satu orang Yunani yang tinggal di Turki.

Korban tewas dari Armenia tercatat sebanyak lebih dari satu juta orang atau 90 persen dari populasi. Sementara orang Yunani menjadi korban pembantaian pada 1914 dengan total korban setengah juta jiwa. Sedangkan genosida Asiria tahun 1915 menewaskan sekitar 750 ribu jiwa.

Demikian 5 kasus genosida terparah sepanjang sejarah.

(Hafid Fuad)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement