MALANG - Empat kru dari dua pesawat terbang milik TNI Angkatan Udara (AU) yang jatuh di Pasuruan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Satu korban terakhir yang sebelumnya hilang dan dalam pencarian yakni Letkol Penerbang Sandhra Gunawan.
"Pada jam 7 malam, jenazah Letkol Sandhra telah ditemukan dan menyusul dibawa ke Lanud Abdulrachman Saleh," ucap Kadispen TNI AU Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati, saat memberikan keterangan di Lanud Abdulrahman Saleh Malang, Kamis malam (16/11/2023).
Saat ini dari empat korban, dua jenazah sudah berada di Hanggar Lanud Abdulrahman Saleh Malang, pada Kamis malam. Sebelumnya jenazah dibawa ke RS Angkatan Udara yang berada di kawasan Lanud Abdulrahman Saleh Malang.
"Sementara, dua jenazah yang awal, yaitu Subhan dan seta yuda sudah berada di hanggar dan dimasukkan ke rumah sakit dan dibawa ke hanggar untuk disemayamkan," ucapnya.
Untuk korban atas nama Kolonel Widiono dan Letkol Sandhra Gunawan akan menyusul berikutnya. Jenazah nantinya akan disemayamkan di rumah sakit terlebih dahulu, kemudian di hanggar Lanud Abdulrahman Saleh Malang.
"Yang menyusul akan tiba Kolonel Widi dan Letkol Sandhra, disemayamkan ke rumah sakit," tukasnya.
Sedangkan pantauan di Lanud Abdulrahman Saleh Malang, hingga Kamis malam sekitar pukul 20.34 WIB penjagaan ketat tampak sejak pintu masuk. Penjagaan ketat juga terlihat di hanggar Lanud Abdulrahman Saleh, bahkan awak media yang mencoba mendekat untuk mengambil gambar tidak diperbolehkan.
Informasi yang dihimpun, empat jenazah akan disemayamkan secara bersamaan di hanggar pada Jumat pagi besok.
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan dua pesawat TNI AU jenis Super Tucano terjadi di perbukitan Pegunungan Tengger tepatnya di Dusun Keduwung, Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Kedua pesawat ini bersama dua pesawat lainnya tengah menjalani latihan formasi terbang dari Lanud Abdulrahman Saleh Malang, pada Kamis pagi (16/11/2023) sekitar pukul 10.51 WIB.
Dimana untuk pesawat dengan nomor ekor TT-3111, kedua awak di dalamnya adalah Letkol Pnb Sandhra Gunawan (Frontseater) dan Kolonel Adm Widiono (Backseater). Sementara untuk pesawat bernomor eko TT-3103, dua awak di dalamnya yakni Mayor Pnb Yuda A. Seta (Frontseater) dan Kolonel Pnb Subhan (Backseater).
Kemudian, dugaan cuaca buruk berupa gumpalan awan menyelimuti sekitar lokasi kejadian. Empat pesawat sempat masuk ke dalam awan itu, dimana dua pesawat berhasil lolos dan keluar dari awan. Sementara dua pesawat lain hilang kontak hingga dinyatakan ditemukan terjatuh pada pukul 11.18 WIB.
(Angkasa Yudhistira)