Terlihat massa aksi membawa miniatur keranda terbuat dari bambu dan kain hitam lengkap dengan bendera kuning plastik. Tak hanya itu spanduk bertuliskan 'Kami Butuh Udara Segar Bukan Polusi', 'Jalur Tambang Harga Mati', dan lainnya.
Terlihat juga poster bergambar tikus dengan tulisan 'Pungli Jalan Terus Tidak Pernah Putus, Ada Uang Seratus Jalan Lu Mulus!'. Selain itu juga ada spanduk bertuliskan 'Kantor Ini Disegel Masyarakat'.
Terlihat satu unit mobil komando melintang di tengah Jalan Mohamad Toha tersebut. Massa aksi pun berusaha menerobos barikade Satpol PP yang menjaga Kantor Kecamatan Parung Panjang.
Aksi unjuk rasa pun sempat memanas saling dorong dengan aparat serta melempar kemasan air mineral ke arah kantor kecamatan.
"Bogor kota hujan, bukan kota Debu. Ganti Camat," teriak orator dari atas mobil komando.
"Pak Camat Keluar, Pak Camat Keluar," timpal massa aksi.