Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pembebasan Tawanan Hamas Untungkan Israel

Maruf El Rumi , Jurnalis-Rabu, 22 November 2023 |17:53 WIB
Pembebasan Tawanan Hamas Untungkan Israel
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melakukan penggebrekan di wilayah Kota Tulkarem di Tepi Barat. (Foto: yenetnews)
A
A
A

Kesepakatan Pembebasan Sandera Hamas Cenderung Untungkan Israel

GAZA - Terjadinya kesepakatan jeda peperangan empat hari dan pembebasan sandra Hamas serta disebut justru menguntungkan Israel. Apalagi, sampai Rabu (22/11) sore waktu WIB belum ada tanda tanda negara zionis tersebut menghentikan agresi dan serangan mereka ke Palestina.

Analisis itu disampaikan Ketua Dewan Keamanan Nasional Tzahi Hanegbi. Menurut dia, kesepakatan membebaskan sandera yang ditahan Hamas di Gaza berarti tujuan perang Israel berhasil. Dan dari awal, Israel akan terus melakukan perang terhadap Hamas dan Jihad Islam Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga sudah bersumpah akan terus melakukan perang terhadap Hamas. "Kesepakatan penyanderaan akan meningkatkan kedudukan internasional Israel dan legitimasinya dalam perjuangannya memberantas Hamas," kata Hanegbi dikutip dari ynetnews.

Sebagai bagian dari kesepakatan pelepasan sandera, Israel juga akan melepaskan tahanan Palestina. Menurut data Kementerian Kehakiman sudah ada 300 tahanan Palestina yang diperkirakan akan dibebaskan dengan imbalan sandera Israel.

Daftar tersebut telah dipublikasikan di situs Kementerian Kehakiman. Rinciannya 150 perempuan dan anak di bawah umur. Tahanan tersebut akan dilepaskan untuk ditukar dengan 50 sandera selama jeda perang empat hari. Namun, belum diketahui kapan jeda serangan tersebut mulai dilakukan.

Faktanya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim telah berhasil membunuh Kapten Liron Snir, 25 tahun, seorang penduduk pemukiman Ofra di Tepi Barat dan anggota unit operasi khusus elit Brigade Golani tewas dalam pertempuran di Gaza.

Mereka juga terus merangsek dan menggerebek kota Tulkarem di Tepi Barat pada Selasa (21/11) malam untuk menangkap pejuang. Penggebrekan tersebut mendapatkan perlawanan dari pekuang Hamas dengan alat peledak.

(Maruf El Rumi)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement