JAKARTA- Inilah profil Miko Peled, cucu pendiri Israel yang malah mendukung kemerdekaan Palestina dan menentang kekejaman Zionis Israel.

Harta Kekayaan Elon Musk Rp3.744 Triliun, Orang Terkaya Dunia yang Dukung Israel Lawan Hamas
Miko Peled merupakan seorang penulis, pembicara, dan aktivis perdamaian hak asasi manusia asal Israel yang kini tinggal di Amerika Serikat.
Peled secara konsisten memberikan pandangan tentang konflik terkini antara Israel dan Palestina. Pada setiap konflik Israel dan Palestina, Miko Peled kerap muncul menyuarakan perdamaian dengan solusi dua negara.
Meskipun terdapat tekanan besar yang harus dihadapinya dari Israel, Peled mengecam tindakan kekerasan dan kebrutalan terhadap warga Palestina yang tidak bersalah.
Ia menekankan bahwa pendukung perdamaian dan keadilan harus mengecam tindakan yang merugikan warga sipil dan menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina.
Miko Peled diketahui lahir pada 1961 di Yerusalem, dan dia memiliki darah tokoh-tokoh penting inisiator Zionis Israel.
Dia merupakan putra dari Jenderal Mattiyahu Peled, seorang komandan militer Israel Defense Force (IDF), atau Tentara Pertahanan Israel, sekaligus pendiri Negara Israel.
Jenderal Matti Peled pernah terlibat dalam peristiwa kelam yaitu Perang Arab-Israel 1948 dan Perang Enam Hari di tahun 1967. Sosok ini merupakan salah satu pengusung solusi perdamaian dengan model dua negara Israel dan Palestina berdampingan.
Tidak hanya itu Miko Peled diketahui juga merupakan cucu dari salah satu pendiri Zionis Israel, Avraham Katsnelson atau Avraham Nissan.
Dia adalah seorang tokoh politik Zionis dalam skema Mandat Palestina yang berujung pada penandatangan Deklarasi Kemerdekaan Israel.
Miko Peled meninggalkan Israel pada tahun 1980-an setelah menolak berpartisipasi dalam Perang Lebanon, dan menetap di Amerika Serikat (AS), untuk selanjutnya menjadi aktivis perdamaian dan keadilan untuk Palestina.
Dirinya mendalami seni beladiri Karate. Minat tersebut tumbuh usai dia menjalani pelatihan mengerikan di militer. Menurutnya pelatihan militer Israel bertujuan untuk menghancurkan mental seseorang dan kemudian mengubahnya jadi mesin pembunuh.
Namun seorang guru Karate di Yerusalem mengenalkan padanya cara membangun dan mengembangkan manusia sebagai orang dengan percaya diri dan penuh kasih. Hingga akhirnya, Miko mendirikan sekolah karate yang terbilang sukses di selatan California.
Sebagai aktivis dan pembicara, Miko Peled, telah menerbitkan dua buku yang masing-masing berjudul "The General's Son: The Journey of an Israeli in Palestine" (2016), dan "Injustice: The Story of the Holy Land Foundation Five" (2018).
Selain sebagai penulis dan aktivis perdamaian, Miko Peled juga seorang pembicara internasional, dan sering berbicara tentang konflik Israel-Palestina khususnya mengenai solusi dua negara.