Miko Peled juga rutin melakukan perjalanan ke Palestina untuk berdialog dengan kelompok-kelompok perlawanan Palestina, dan karena hal itulah ia beberapa kali ditangkap oleh otoritas Israel.
Dia mengecam alasan keamanan yang digunakan pejabat Israel untuk membangun tembok dan pos pemeriksaan. Karena tembok tersebut menghalangi dua kelompok manusia untuk mengunjungi dan saling mengenal. Menurutnya itu hanyalah taktik menakut-nakuti yang dirancang untuk memperpanjang konflik.
Terbukti, karena dia pun rutin mengunjungi lokasi seperti Beit Ummar, Bil'in, Nabi Saleh, Ramallah, Gaza dan banyak komunitas Palestina lainnya. Bahkan turut berpartisipasi dalam aktivitas perlawanan Palestina tanpa kekerasan, dan mengajar kelas karate di kamp pengungsi Duheisheh.
(Hafid Fuad)