Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hubungan Arab Saudi-Palestina

Ludwina Andhara Herawati , Jurnalis-Rabu, 29 November 2023 |17:59 WIB
Hubungan Arab Saudi-Palestina
Foto: Reuters.
A
A
A

Raja Faisal terbunuh dua tahun kemudian dan sebagai akibatnya hubungan Arab Saudi-Palestina kembali memburuk untuk kedua kalinya.

Ketegangan terjadi antara Arab Saudi-Palestina selama Perang Teluk 1991, dimana Yasser Arafat, pemimpin Palestina, secara terbuka mendukung pemimpin Irak Saddam Hussein yang menginvansi Kuwait, sekutu dekat Arab Saudi.

Hal ini memicu ketidakpercayaan Arab Saudi terhadap Palestina. Sejak saat itu, hubungan Arab Saudi-Palestina naik-turun, dengan tudingan Arab Saudi membantu Israel, menurunnya bantuan dari Arab Saudi, dan meningkatnya bantuan Iran ke Palestina. Perlu diketahui Iran adalah musuh bebuyutan Arab Saudi sejak 1979.

Meskipun Arab Saudi, terutama kalangan tua yang bersimpati terhadap Palestina, beberapa warga Palestina memandang Arab Saudi dengan tidak baik. Hal ini dikarenakan desas-desus Arab Saudi menormalkan hubungannya dengan Israel dan ketidakpercayaan terhadap para pejabat Saudi.

Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi, menyatakan bahwa selama 40 tahun terakhir, Palestina telah melewatkan kesempatan dan menolak semua tawaran yang diberikan, menerima perdamaian atau 'tutup mulut dan berhenti mengeluh.' Perkataannya memicu protes dari warga Palestina.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement