SAYAP Hamas Brigade Al-Qassam telah mengaku bertanggung jawab atas serangan senjata di Yerusalem yang menewaskan setidaknya tiga orang. Klaim itu diumumkan dalam sebuah pernyataan yang diposting di saluran media sosial Hamas di Telegram.
Dalams serangan tersebut dua warga Palestina melepaskan tembakan di halte bus pada jam sibuk pagi hari di pintu masuk Yerusalem, menewaskan setidaknya tiga orang.
Kedua penyerang telah "dinetralisir", kata polisi.
Kedua pria bersenjata itu ditembak mati setelah serangan yang dilakukan oleh "dua tentara IDF yang sedang tidak bertugas dan seorang warga sipil lainnya yang menembaki mereka", kata polisi dalam sebuah pernyataan.
“Peristiwa ini membuktikan sekali lagi bagaimana kita tidak boleh menunjukkan kelemahan, bahwa kita harus berbicara dengan Hamas hanya melalui teropong, hanya melalui perang,” kata Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir di lokasi serangan sebagaimana dilansir ABC News.
Hamas mengatakan serangan itu adalah “respon wajar terhadap kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan penjajah di Jalur Gaza dan terhadap anak-anak di Jenin” di Tepi Barat yang diduduki Israel.
Namun tidak ada pihak yang menganggap serangan itu sebagai penolakan eksplisit terhadap gencatan senjata.
Seorang pejabat Palestina yang akrab dengan perundingan gencatan senjata mengatakan bahwa ketentuan-ketentuan dalam perjanjian tersebut tidak berlaku untuk apa yang ia anggap sebagai respons terhadap serangan Israel di Tepi Barat dan Yerusalem.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.