GAZA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pihaknya prihatin dengan penyebaran penyakit di Gaza, ketika pengungsi Palestina berjuang untuk bertahan hidup di tengah pemboman tanpa henti yang dilakukan Israel terhadap wilayah kantong yang terkepung tersebut.
Perwakilan WHO untuk Tepi Barat dan Gaza, Dr. Richard Peeperkorn, mengatakan bahwa para pengungsi mencari-cari seprai, kayu, dan apa saja.
“Kami sangat khawatir dengan penyebaran penyakit menular, penyakit yang ditularkan melalui air,” katanya. Dia juga menggambarkan situasi air sebagai hal yang sangat kritis di mana pun.
Rumah sakit Al-Nasser di Khan Younis menampung ribuan pasien, meskipun kapasitasnya hanya 350 orang.
“Rumah sakit trauma adalah zona perang ketika kami berkunjung,” katanya.
"Banyak pasien trauma tergeletak di lantai, berteriak ketakutan pada anggota keluarganya,” lanjutnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pernyataan pada Rabu (6/12/2023) mengatakan sistem kesehatan Gaza “bertekuk lutut” dan hampir runtuh total.
“#Gaza tidak bisa kehilangan rumah sakit lagi dan ada satu rumah sakit lagi yang hampir ditutup,” terangnya yang mengacu pada rumah sakit Kamal Adwan di Gaza utara.
"Ini akan membuat ribuan orang kehilangan layanan penting untuk menyelamatkan nyawa,” lanjutnya.
Pada Selasa (5/12/2023), Kementerian Kesehatan Palestina di Ramallah menuduh militer Israel mengepung rumah sakit Kamal Adwan.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.