“Ya saya harus pelajari dulu ya, karena saya bukan ahli kimia, bukan ahli tentang kesehatan. Kita perlu koordinasi dengan Menteri Kesehatan, dan kebijakan pemerintah apa itu yang kita ikuti. Dan ini juga akan menyangkut keselamatan manusia dan kita menggunakan kemanfaatan,” jelasnya.
“Kalau memang lebih banyak manfaatnya itu pertimbangan hukumnya apa, pertimbangan etisnya apa. Tapi kalau lebih banyak mudharatnya atau daya rusaknya untuk apa kita lakukan (ekspor)? Saya kebetulan belum mengetahui pengaruhnya ini, nanti saya akan konsultasikan dengan Kementerian Kesehatan yang lebih memahami itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan telah menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta Senin, 27 November 2023 untuk melaporkan khususnya mengenai tata perdagangan tanaman Kratom. Apalagi, tanaman ini menguntungkan petani di Kalimantan Barat (Kalbar). Salah satunya karena permintaan tinggi dari Amerika Serikat.
“Laporan pekerjaan, mengenai jenis tanaman kratom. Itu kan menguntungkan petani di Kalimantan Barat, jadi untuk ditata perdagangannya,” katanya.
Sementara itu, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dari laman resmi Kemendag, nilai ekspor kratom meningkat pada 2020, yakni 13,16 juta USD dan terus menunjukkan tren peningkatan hingga 2022. Peningkatan ekspor tanaman kratom ini juga terus berlanjut pada 2023. Tercatat sepanjang Januari-Mei 2023, nilai ekspor kratom Indonesia tumbuh 52,04 persen menjadi 7,33 juta USD.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.