Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Orasi Budaya Save Demokrasi, Cendekiawan Sukidi Singgung Firli Bahuri Tersangka

Ari Sandita Murti , Jurnalis-Jum'at, 08 Desember 2023 |22:25 WIB
Orasi Budaya Save Demokrasi, Cendekiawan Sukidi Singgung Firli Bahuri Tersangka
Cendekiawan Sudiki Mulyadi. (MPI/Ari Sandita)
A
A
A

 

JAKARTA - Cendekiawan, Sukidi Mulyadi melakukan Orasi Budaya Save Demokrasi Lawan Dinasti di Waroeng Sadjoe, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (8/12/2023) malam. Dia menyinggung Ketua nonaktif KPK, Firli Bahuri, yang menjadi tersangka.

"Sekarang di dunia hukum kita saksikan Ketua KPK menjadi tersangka, Menteri Pertanian, MK. MK produk hukum yang dihasilkan dari hakim yang akhirnya divonis dengan perbuatan tercela," ujar Sukidi, Jumat (8/12/2023).

Ia menyinggung penetapan Firli Bahuri dan Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai tersangka serta Mantan Ketua MK Anwar Usman yang diputuskan melanggar berat etik oleh MKMK.

Contoh itu disinggung Sukidi saat membahas tentang negara hukum yang tengah dirobek-robek dengan pendekatan kekuasaan.

Dia mengatakan, jika membaca UUD, arsitek utama yang meletakkan prinsip dasar negara hukum itu adalah Mohammad Hatta atau Bung Hatta. Bung Hatta sadar betul pengalaman pahit dari kolonialisme Belanda menjadikan satu pelajaran agar kekuasaan itu dibatasi, agar semua harus tunduk pada hukum.

"Tapi apa yang terjadi akhir-akhir ini, negara hukum yang diwariskan oleh Bung Hatta sekarang dirobek-robek menjadi negara dengan pendekatan kekuasaan," tuturnya.

Dia menerangkan, kekuasaan menjadi instrumen utama tuk menentukan segalanya. Hal itu bisa dicek satu per satu, institusi hukum itu sudah dilemahkan, ini terjadi dalam sejarah Indonesia modern, dimana institusi hukum itu dikendalikan oleh orang-orang yang bermasalah secara moral.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement