TIMOR TENGAH UTARA - Calon presiden nomor urut 3 pada Pemilu 2024, Ganjar Pranowo dinilai sebagai sosok yang sangat peduli terhadap pelestarian adat dan budaya Indonesia.
Demikian diutarakan Raja Kerajaan Insana, YM Drs Th. L. Taolin saat menerima kunjungan dari perwakilan relawan Dinasti Nusantara. Adapun Dinasti Nusantara ialah relawan yang terdiri dari kalangan para raja, ratu, sultan, dan tokoh adat yang ada di Indonesia.
“Ganjar merupakan satu-satunya capres yang sangat memperhatikan nasib raja dan pelestarian adat budaya di Nusantara,” ujarnya, Rabu (13/12/2023).
Raja Kerajaan Insana, YM Drs Th. L. Taolin menyambut dengan sukacita kehadiran Penggagas dan Pendiri Dinasti Nusantara Sri Paduka KGPAA Mangku Alam II dari Yogyakarta, dan Koordinator Nasional Dinasti Nusantara KPH Andi Bau Malik Barammamase Karaenta Tukajannangngang Satrio Sasmito dari Kerajaan Gowa Sulawesi Selatan.
Jamuan tersebut berlangsung di Istana (Sonaf) Raja Insana di Oelolok, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Saat perwakilan Dinasti Nusantara tiba, Raja langsung mengalungkan selendang motif Insana sebagai bentuk penghormatan. Setelahnya, mereka berbincang-bincang santai seputar profil calon pemimpin yang mereka idamkan yaitu Ganjar Pranowo.
"Saya senang sekali bahwa di Insana mudah-mudahan itu silaturahmi yang sekarang terjadi bisa kita teruskan. Saya senang bahwa PDIP bisa mencalonkan Pak Ganjar," ujar Raja Insana, YM Drs. Th. L. Taolin.
"Dengan sendirinya saya juga mendukung bahkan bukan saya sendiri tapi masyarakat di Insana itu mendukung Pak Ganjar menjadi presiden. Mudah-mudahan ada perlindungan dari Tuhan, beliau bisa jadi presiden Indonesia," lanjut dia.
Raja kemudian menjelaskan dirinya tertarik untuk menjatuhkan pilihan pada Ganjar bermula pada saat perayaan Festival Adat dan Budaya Nusantara di Bali beberapa waktu lalu.
Saat itu, ia mendengar isi sambutan dan pidato Ganjar yang sangat peduli terhadap pelestarian adat dan budaya Nusantara.
"Di situ saya merasa sangat besar perhatian (beliau) terhadap adat, terhadap budaya," ungkap Raja Insana, YM Drs. Th. L. Taolin.