Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Guru Besar Brawijaya: Debat Perdana Capres Jadi Beban bagi Prabowo Subianto

Muhammad Farhan , Jurnalis-Kamis, 14 Desember 2023 |06:21 WIB
Guru Besar Brawijaya: Debat Perdana Capres Jadi Beban bagi Prabowo Subianto
Pakar Hukum Tata Negara sekaligus Guru Besar Universitas Brawijaya Ali Safaat (Foto: M Farhan)
A
A
A

JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Universitas Brawijaya, Prof. Ali Safaat menyampaikan agenda debat calon presiden (Capres) perdana yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa malam kemarin, 12 Desember 2023 menjadi beban tersendiri bagi Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto.

Ia menjelaskan, tema debat Capres perdana yang bertemakan penegakan hukum, penyelesaian kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan penguatan demokrasi tersebut, menjadi tantangan bagi Prabowo dalam menyampaikan visi-misinya.

Ali mengatakan, selain karena Prabowo Subianto menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan, dapat dipastikan beban kritik atas kasus hukum dan HAM, mudah disasar kepada Prabowo.

"Ini sudah jelas sekali, menurut saya, secara sengaja pasangan calon Prabowo-Gibran ini menempatkan diri sebagai bagian dari pemerintahan Pak Jokowi sehingga kasus-kasus yang masih ada menjadi tanggung jawab Pak Jokowi juga," kata Ali dalam diskusi media Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu via aplikasi Zoom, Rabu (13/12/2023).

Guru Besar Brawijaya itu mengungkapkan, Prabowo dapat dipastikan memiliki beban dibandingkan Capres-Cawapres lainnya. Berbeda dengan Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo, yang dapat tampil lepas dalam artikulasi pemaparan visi-misinya dalam agenda debat kemarin.

"Posisi Pak Prabowo ini berbeda dengan Capres Anies dan Pak Ganjar Pranowo yang tidak memiliki beban," terang Ali.

"Meski Anies juga bagian dari pemerintahan sebagai Gubernur atau Pak Ganjar dari PDIP, tetapi terlihat tidak memiliki beban sehingga dapat memberikan jawaban atau pertanyaan yang tidak takut berbeda dengan kebijakan hukum pemerintah saat ini," lanjut Ali.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement