KAIRO/GAZA - Israel pada Selasa, (19/12/2023) melanjutkan serangan dan kampanye pengeboman membabi butanya di Jalur Gaza. Dalam serangan terbaru, rudal Israel menghantam Rafah selatan, dimana ratusan ribu pengungsi Palestina berkumpul dalam beberapa pekan terakhir, menewaskan setidaknya 20 orang dan melukai puluhan lainnya.
Diwartakan Reuters, mengutip keterangan petugas medis, di antara korban tewas adalah jurnalis Palestina Adel Zurub dan beberapa anggota keluarganya. Hal ini meningkatkan jumlah jurnalis Palestina yang terbunuh menjadi 97 orang, menurut kantor media pemerintah yang dikelola Hamas.
Serangan lain menewaskan 13 orang dan melukai sekira 75 orang di Jabalia utara, kata juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf Al-Qidra kepada Reuters.
“Kami menyatakan keheranan atas diamnya dunia internasional dalam menghadapi pembantaian yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel di Gaza utara,” katanya, seraya menambahkan bahwa penghancuran rumah sakit adalah bukti genosida.
Seorang warga Jabalia, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan menurutnya para pengungsi dihukum karena menolak mematuhi perintah Israel untuk meninggalkan daerah tersebut.
“Tidak ada makanan, tidak ada air, tidak ada obat-obatan dan tidak ada rumah sakit untuk merawat korban luka dan juga pasien. Banyak orang meninggal di rumah mereka dan di jalanan,” tambahnya.
Israel mengatakan pihaknya telah memperingatkan akan adanya serangan terlebih dahulu sehingga warga sipil dapat melarikan diri, dan menuduh Hamas bersembunyi di daerah pemukiman.
Dalam perang darat, di mana Israel telah kehilangan 132 tentara, tank-tank maju lebih jauh ke kota selatan Khan Younis dan menembaki area pasar namun mendapat perlawanan sengit, kata warga.
Ribuan pejuang Hamas, yang berbasis di jaringan terowongan, melancarkan perang gerilya melawan tentara Israel.
“IDF (Pasukan Pertahanan Israel) terus beroperasi melawan infrastruktur dan operasi teroris Hamas di Jalur Gaza,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada Senin, (18/12/2023) bahwa 19.453 warga Palestina telah tewas dan 52.286 orang terluka sejak 7 Oktober.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.