Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sejarah dan Asal Usul Cikini, Saksi Bisu Percobaan Pembunuhan Soekarno

Winda Rahmadita , Jurnalis-Jum'at, 22 Desember 2023 |14:37 WIB
Sejarah dan Asal Usul Cikini, Saksi Bisu Percobaan Pembunuhan Soekarno
Sejarah dan Asal Usul Cikini/Foto: Antara
A
A
A

JAKARTA - Kali ini, sejarah dan asal usul menarik berasal dari Cikini, kawasan ramai yang menjadi salah satu pusat kesenian terbesar di Indonesia.

Sebagai bagian dari Kecamatan Menteng, Jakarta Utara, Kelurahan Cikini merupakan wilayah perkotaan maju dengan fasilitas infrastruktur yang cukup memadai, terutama stasiun Cikini yang semakin terkenal karena lagu berjudul Cikini Gondangdia yang viral tak lama ini.

Lebih menariknya lagi, Cikini memiliki sejarah dan asal usul panjang yang akan diulas dalam artikel berikut, menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting yang pernah terjadi di Indonesia hingga akhirnya berkembang menjadi daerah yang berdampingan dengan keriuhan pusat Jakarta.

Sejarah dan Asal Usul Cikini

Berdasarkan sejarah, asal usul Cikini telah ada jauh pada masa penjajahan Belanda di Indonesia, dimana saat itu Cikini memiliki ejaan yaitu Tjikini. Nama Cikini atau Tjikini berasal dari dua kata, yaitu Ci yang berarti sungai dan Kini yang merupakan nama buah yang tumbuh subur di wilayah tersebut.

Pada zaman kolonialisme, tanah di kawasan Cikini dimiliki oleh seorang pelukis tersohor keturunan Jawa-Arab bernama Saleh Sjarif Boestaman atau dikenal sebagai Raden Saleh.

Lukisan karya Raden Saleh sangat melegenda pada masanya sehingga namanya sangat terkenal di kalangan kaum sosialita kalangan atas. Bahkan, jangkauan popularitasnya tidak hanya berada di Jawa, namun hingga ke telinga Eropa sana.

Hal tersebut karena Raden Saleh menghabiskan sekitar 20 tahun tinggal di berbagai wilayah Eropa untuk belajar dan berkarya. Setelah itu, ia kembali ke Jawa dan membeli sebidang tanah luas untuk membangun sebuah rumah yang terinspirasi oleh istana Callenberg yang pernah ia tempati ketika berada di Jerman.

Di samping rumah tersebut, terdapat sebuah taman yang luas, dimana sebagian area taman ini kemudian dihibahkan oleh Raden Saleh untuk menjadi taman umum dan kebun binatang bernama Planten En Dierentuin pada tahun 1862.

Kehadiran destinasi wisata kebun binatang ini memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan kawasan Menteng. Pada tahun 1920, didirikan sebuah kantor pos pertama di Indonesia, yaitu Kantor Pos Cikini yang dulunya bernama Tjikini Postkantoor, yang beroperasi penuh selama 24 jam.

Bangunan Tjikini Postkantoor yang memiliki gaya Eropa sangatlah unik dengan memperlihatkan desain art deco yang khas dan membedakannya dari kantor pos lainnya. Meskipun mengalami beberapa renovasi, gaya arsitektur Eropa Tjikini Postkantoor tetap dijaga dan menjadi ciri khas yang melekat.

Saksi Bisu Percobaan Pembunuhan Soekarno

Bahkan, Cikini menjadi saksi bisu tempat terjadinya percobaan pembunuhan Presiden Soekarno yang terjadi di Jalan Cikini No. 76 Jakarta Pusat pada tahun 1957, tepatnya tanggal 30 November.

Upaya tersebut dikepalai oleh Jusuf Ismail bersama rekannya dengan melemparkan granat sebanyak enam buah ke arah Soekarno yang saat itu sedang mengikuti sebuah perayaan hari jadi Perguruan Cikini ke-15, sekolah dari kedua anaknya yaitu Guntur dan Megawati.

Sementara Soekarno dan kedua anaknya berhasil selamat, namun sebanyak 10 orang murid dinyatakan tewas dalam kejadian dan 48 orang mengalami cedera dan luka.

Seluruh pelaku pun ditangkap oleh aparat dan dijatuhkan vonis hukuman mati pada tahun 1960.

Itulah sejarah dan asal usul Cikini, sebuah daerah yang memiliki sejumlah kisah panjang menarik sekaligus saksi bisu tragedi penting dalam sejarah Indonesia.

Kini, Cikini menjadi kawasan yang ramai di Jakarta Pusat dengan dilengkapi beberapa fasilitas seperti Taman Ismail Marzuki (TIM) dan Galeri Nasional Indonesia.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement