Guswanto mengatakan bahwa, BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana bisa menggunakan teknologi modifikasi cuaca untuk menekan dampak cuaca yang merugikan jika diperlukan.
"Kalau kita melihat apa itu teknologi modifikasi cuaca, sebenarnya adalah salah satu bentuk upaya kita untuk memodifikasi cuaca dengan tujuan tertentu, agar mendapatkan kondisi cuaca seperti yang diinginkan," katanya.
"Kalau pada saat Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 kan diprediksi musim hujan, artinya modifikasi cuaca dibutuhkan untuk mengurangi intensitas atau cuaca ekstrem yang terjadi," ia menambahkan.
(Nanda Aria)