Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Tentara Langsung Ciut Usai Berani Panggil Hoegeng Koko

Arief Setyadi , Jurnalis-Kamis, 28 Desember 2023 |06:13 WIB
Ketika Tentara Langsung Ciut Usai Berani Panggil Hoegeng Koko
Hoegeng Iman Santoso (Foto: Repro)
A
A
A

JAKARTA - Jenderal Hoegeng Iman Santoso memiliki ciri wajah yang terlihat mirip dengan orang Tionghoa. Hal itulah yang membuat Hoegeng sejak kecil terkadang dipanggil dengan sebutan Koko atau ko.

Koko atau ko merupakan sebutan untuk kakak laki-laki dalam budaya Tionghoa. Meskipun begitu, pria kelahiran 14 Oktober 1921 ini sama sekali tidak memiliki darah atau keturunan Tionghoa.

Hoegeng Iman Santoso lahir dari orangtua yang berasal dari Jawa Tengah. Ayahnya, seorang ambtenaar atau pegawai pemerintah Hindia Belanda yang pernah menjadi jaksa, berasal dari Pekalongan, sementara ibunya berasal dari Tegal.

Dalam satu kesempatan, Hoegeng pernah dipanggil dengan sebutan Koh oleh seorang tentara, peristiwa ini dicatat dalam Buku "Hoegeng Polisi dan Menteri Teladan" karya Suhartono.

Suatu sore, Hoegeng, yang mengenakan baju koko bergaya Shanghai, mengendarai Jeep Willis miliknya dari Kebayoran Baru menuju rumahnya di Menteng. Di kawasan Jalan Sudirman, sekitar Jembatan Semanggi, tiba-tiba seorang tentara menghentikannya untuk menumpang.

Peristiwa ini terjadi tidak lama setelah Gerakan 30 September 1965. Pada masa itu, dihentikan atau dicegat oleh satu hingga dua tentara menjadi hal umum.

Saat tentara tersebut duduk di samping Hoegeng, ia menyapa, "Koh, saya ikut menumpang ya," yang dijawab dengan anggukan oleh Hoegeng.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement